Dandim 1708/BN Hadiri Pembukaan Festival Biak Munara Wampasi 2026
4 min read
TOP-NEWS.id, BIAK NUMFOR – Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 resmi dibuka di Lapangan Cenderawasih, Jalan Sisingamangaraja, Festival, yang menjadi agenda unggulan pariwisata Kabupaten Biak Numfor.
Acara tersebut masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) ini mengusung tema “Elok Alamku, Pesona Budayaku” sebagai upaya memperkuat promosi destinasi wisata, pelestarian budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat di Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Rabu (1/7/2026).

Pembukaan festival dihadiri Pejabat Fungsional Kementerian Pariwisata RI Joko Suharno, anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Provinsi Papua Yani, SH., MH., M.Sos, dan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Papua Yimin Weya, S.Pd., M.AP.
Selain itu, hadirim juga Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH, MM, Wakil Bupati Jimy C.R. Kapisa, dan Komandan Lanud Manuhua Biak Marsma TNI Dr. Heri Kris D. Handaka, S.Sos., M.M, serta Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi, S.Sos., M.M., Komandan Kodim 1708/Biak Numfor Letkol Kav. John Alberth Suweny, S.H.
Hadir juga Ketua DPRK Biak Numfor Daniel Rumanasen, Wakapolres Biak Numfor Kompol Jubelina Wally, S.H, M.H., para pejabat Forkopimda, tokoh adat, pimpinan OPD, perwakilan BUMN dan BUMD, organisasi masyarakat, pelajar, serta masyarakat Biak Numfor.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor Turbey O. Dangeubun mengatakan, penyelenggaraan Festival Biak Munara Wampasi tahun ini dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk menghadirkan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui pelestarian alam, budaya, dan penguatan sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, festival tersebut bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Biak Numfor, memperkuat daya saing wisata budaya dan wisata alam, mendorong hilirisasi UMKM, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Festival Biak Munara Wampasi 2026 menghadirkan 13 agenda utama yang memadukan wisata budaya, wisata alam, dan wisata minat khusus. Selain agenda rutin, tahun ini terdapat empat kegiatan baru sebagai bentuk inovasi penyelenggaraan, yakni Bird Watching, Run Tours, Simphony Wampasi, dan Lomba Foto Bawah Laut berskala nasional hingga internasional.
Berbagai agenda tersebut meliputi Parade Perahu Tradisional yang menampilkan ritual budaya maritim masyarakat Biak, Parade Wor dan Suling Tambur yang melibatkan ratusan seniman budaya, Parade Yospan oleh para pelajar, dan atraksi budaya Apen Bayeren.
Kemudian, ritual adat Snap Mor, Exotic Tour ke Goa Jepang dan Air Terjun Wapsdori, Padaido Island Tour di Pulau Owi, Run Tours di Pulau Rurbas Kecil, pameran ekonomi kreatif, Bird Watching, Simphony Wampasi, Lomba Foto Bawah Laut, hingga hiburan rakyat yang menampilkan ratusan seniman selama pelaksanaan festival.

Panitia mencatat kegiatan Bird Watching diikuti wisatawan domestik maupun mancanegara, sementara Lomba Foto Bawah Laut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan Singapura dengan dewan juri berstandar internasional. Hasil karya para peserta nantinya akan dimanfaatkan sebagai materi promosi destinasi wisata Biak Numfor.
Selain itu, promosi Festival Biak Munara Wampasi melalui berbagai platform digital menunjukkan antusiasme yang tinggi. Publikasi melalui media sosial, platform Kementerian Pariwisata, serta dukungan para influencer berhasil menjangkau ratusan ribu tayangan sebagai bagian dari strategi promosi destinasi wisata Biak Numfor.
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua, jajaran TNI-Polri, BUMN, BUMD, seluruh pemangku kepentingan, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Biak Munara Wampasi 2026.
Ia menegaskan bahwa masuknya Festival Biak Munara Wampasi dalam Kharisma Event Nusantara merupakan pengakuan terhadap potensi pariwisata Biak Numfor sekaligus menjadi peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.
“Kami mengajak seluruh wisatawan untuk menikmati keindahan alam, budaya, serta keramahan masyarakat Biak Numfor selama pelaksanaan Festival Biak Munara Wampasi 2026,” ujar Bupati.
Prosesi pembukaan festival ditandai dengan penabuhan tifa oleh Bupati Biak Numfor bersama Wakil Bupati dan para tamu undangan sebagai simbol dimulainya rangkaian Festival Biak Munara Wampasi 2026.
Acara dilanjutkan dengan penampilan tari dan musik tradisional Biak, atraksi budaya Snap Mor, pertunjukan Apen Bayeren, hiburan musik lokal, kunjungan ke area pameran ekonomi kreatif, serta berbagai pertunjukan seni budaya lainnya.
Penyelenggaraan Festival Biak Munara Wampasi 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM, seniman, budayawan, komunitas, serta sektor jasa pariwisata.
Berdasarkan data panitia, sekitar 80 persen perputaran ekonomi selama festival diproyeksikan langsung dinikmati oleh masyarakat lokal, sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Biak Numfor.
Editor: Frifod
Sumber: Penerangan Kodim 1708/BN
