fbpx
Jumat, 14 Juni 2024

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Banjir Surut, Masyarakat Kampar Bersihkan Rumah, BNPB : Tetap Waspada

2 min read

TOP-NEWS.id, JAKARTA – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Kampar, Riau, telah surut. Warga masyarakat pun mulai membersihkan rumah maupun lingkungan sekitar.

Banjir tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi berlangsung pada Kamis (18/11) pukul 00.05 WIB dini hari. Akibatnya, Desa Kijang Jaya, Kecamatan Tapung Hilir terendam banjir dengan tinggi muka air 50 sentimeter.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan sebanyak 13 unit rumah terendam akibat peristiwa ini. Setelah banjir surut, warga masyarakat membersihkan sampah yang terbawa arus di dalam rumah maupun lingkungan sekitar,” jelas Abdul Muhari, Ph.D,
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.(BNPB) dalam keterangan tertulis BNPB, Jumat (19/11/2021).

Selain itu, banjir juga merendam 1.5 hektar kebun salak, 40 hektar kebun sawit serta 1 unit jembatan penghubung antar desa terkikis banjir.

BPBD Kabupaten Kampar melakukan monitoring dan kaji cepat di lokasi kejadian serta melakukan pembersihan rumah terdampak banjir bersama warga setempat.
Kondisi mutakhir saat ini, jembatan penghubung hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.

Peninjauan jembatan penghubung antar desa yang terkikis banjir di Desa Kijang Jaya, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. (Foto : BPBD Kabupaten Kampar)

“BPBD setempat melakukan koordinasi dengan lintas lembaga dalam upaya perbaikan jembatan dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat menggunakan akses penghubung jalan tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang per 19 sampai 21 November pada sebagian wilayah di Provinsi Riau, yang meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kota Pekabaru, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Pelalawan.

Berdasarkan kajian inaRISK, Kabupaten Kampar memiliki potensi bahaya banjir pada tingkat sedang hingga tinggi. Sebanyak 21 kecamatan berada pada potensi bahaya tersebut, termasuk di dalamnya Kecamatan Tapung Hilir.

Merespons hal tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap curah hujan dengan intensitas tinggi serta kurun waktu yang lama. Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca dengan mengakses laman BMKG serta mengetahui potensi risiko dan bahaya di wilayah sekitar melalui inaRISK.

Perangkat daerah setempat serta masyarakat dapat bersinergi dalam melakukan upaya mitigasi dan antisipasi bencana hidrometeorologi dengan pemantauan peningkatan debit air ketika curah hujan tinggi, melakukan pembersihan area resapan atau saluran air, serta membuat rencana kedaruratan dengan menyediakan tempat evakuasi sementara dan persiapan peralatan maupun logistik bantuan bagi warga terdampak bencana.

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.