fbpx
Sabtu, 18 April 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Sekjen Kemenkes Kunjungi Baduy, Gelar Cek Kesehatan Gratis

2 min read

(Foto: Kemenkes)

TOP-NEWS id, LEBAK – Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, mengunjungi masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (31/12). Kunjungan tersebut dilakukan menjelang pergantian tahun sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat Baduy tetap terjaga.

Sekjen Kunta menyampaikan bahwa kehadiran Kemenkes di Baduy merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adat.

Dalam kunjungan tersebut, Kemenkes menggelar layanan cek kesehatan gratis bagi warga. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan darah sederhana, serta penanganan keluhan kesehatan yang dialami warga.

“Layanannya seperti cek kesehatan gratis biasa. Kita cek darah, tensi, dan keluhan yang dirasakan, apakah panas, sakit perut, atau yang lain,” jelas Kunta.

Selain pemeriksaan kesehatan, Kemenkes juga menyalurkan obat-obatan dasar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masyarakat Baduy.

Seluruh layanan difasilitasi oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat dan dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

Sekjen Kunta mengapresiasi antusiasme masyarakat Baduy yang memanfaatkan layanan kesehatan tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif warga mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

(Foto: Kemenkes)

Gatal dan Diare Dominasi Penyakit Warga Baduy

Kementerian Kesehatan mencatat penyakit kulit dan gangguan pencernaan sebagai keluhan kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat Baduy. Temuan tersebut diperoleh saat kunjungan Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, ke wilayah Baduy, Selasa (31/12).

“Kalau saya tadi tanya-tanya, yang sebagian besar itu gatal, sama pencernaan seperti mencret atau diare,” ujar Kunta.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan akses air bersih dan sanitasi di wilayah Baduy. Faktor lingkungan masih menjadi tantangan utama dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat adat.

Untuk mengatasi keluhan tersebut, Kemenkes menyalurkan obat-obatan dasar yang umum dibutuhkan masyarakat, antara lain obat gatal, obat sakit perut, serta obat cacing, sesuai dengan kondisi kesehatan warga.

“Biasanya obat-obatan yang sederhana, seperti untuk panas, sakit perut, gatal-gatal, kudis,” kata Kunta.

Selain pengobatan, Kemenkes juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya terkait penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi tersebut menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan serta pengolahan makanan dan minuman yang aman.

“Upaya-upaya sederhana ini penting supaya mereka mendapatkan makanan dan minuman yang lebih bersih,” tuturnya.

Sumber : Kemenkes
(Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI)

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.