fbpx
Selasa, 27 Oktober 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 27 Oktober 2026

3 min read

TOP-NEWS.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran perkembangan penanganan kejadian bencana yang terjadi di wilayah Indonesia pada 26 – 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.

Pada periode tersebut tercatat kejadian banjir, angin kencang dan kebakaran hutan dan lahan menjadi fokus utama penanganan kali ini.

Laporan pertama yaitu kejadian banjir di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. Telah terjadi banjir pada Sabtu (24/10), yang dipicu tingginya intensitas curah hujan yang mengakibatkan meluapnya Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit.

Banjir merendam pemukiman penduduk di dua kecamatan tiga desa yakni Desa Jabi-Jabi dan Desa Sigrun di Kecamatan Sultan Daulat serta Desa Suak Jampak di Kecamatan Rundeng.

“Hasil kaji cepat mencatat sebanyak 342 Kepala Keluarga atau 342 unit rumah terdampak akibat kejadian tersebut,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10).

Ia menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam telah berada di lokasi untuk melakukan kaji cepat, evaluasi dan pendataan serta berkoordinasi dengan aparatur desa setempat.

Kondisi mutakhir pada Senin (26/10) genangan masih terjadi di permukiman warga dan BPBD terus melakukan monitoring dan bersiaga perkembangan tinggi muka air sungai serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Beralih ke Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang terjadi di Kelurahan Kalosi, Kecamatan Alla, pada Minggu (25/10).

Kondisi tersebut mengakibatkan kerusakan pada bagian atap rumah warga yang tersebar di empat desa/kelurahan meliputi Kelurahan Kalosi, Kelurahan Kambiolangi, Desa Taulo dan Desa Bolang. Sebanyak 31 KK atau 31 unit rumah dilaporkan terdampak dan warga melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.

BPBD Kabupaten Enrekang bersama aparat setempat dan masyarakat telah melakukan koordinasi dan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi rumah terdampak serta mengidentifikasi tingkat kerusakan sebagai langkah tindak lanjut.

Situasi sudah kondusif pada Senin (26/10) siang, namun warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat masih mengungsi di rumah sanak keluarga hingga kondisi memungkinkan untuk kembali, sementara warga dengan kerusakan ringan memilih tetap tinggal di rumah masing-masing.

Masih di Provinsi Sulawesi Selatan, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Luwu pada Senin (26/10) sejak pukul 13.32 WITA, kebakaran menghanguskan lahan kosong di Desa Salu Induk, Kecamatan Bua Ponrang.

Api dengan cepat merambat akibat kondisi lahan sekitar yang kering serta angin yang cukup kencang dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 1 hektare. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

BPBD Kabupaten Luwu berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan asesmen, sementara Tim Damkar Kabupaten Luwu bersama masyarakat setempat melakukan upaya pemadaman dan pendinginan agar api tidak merambat lebih luas hingga api dinyatakan padam pada pukul 16.10 WITA.

Menyikapi rangkaian kejadian banjir, angin kencang dan kebakaran lahan tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan terus memonitor informasi cuaca dari BMKG menyiagakan Tim Reaksi Cepat dan memastikan kesiapan peralatan serta logistik kedaruratan.

“Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan angin kencang diimbau untuk membersihkan drainase lingkungan, memangkas dahan pohon yang rapuh dan memperkuat atap rumah.,” ujar Berton.

Selain itu masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan mengingat kondisi kering dan angin kencang sangat mudah memicu perluasan api, serta segera melapor kepada BPBD setempat apabila terjadi potensi bencana di wilayahnya.

Sumber : BNPB

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.