Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 16 Oktober 2026
2 min read
TOP-NEWS.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak signifikan di beberapa wilayah Indonesia sejak Kamis (15/10), hingga Jumat (16/10) pukul 07.00 WIB.
“Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), kejadian bencana yang dilaporkan masih didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D dalam keterangannya, Jumat.
Adapun kejadian karhutla yang pertama dilaporkan terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (15/10) pukul 08.30 WITA. Api diketahui menghanguskan lahan seluas dua hektare di Desa Mafroto, Kecamatan Ulubongka. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
BPBD Kabupaten Tojo Una-Una bersama tim gabungan melakukan pemadaman di lokasi terdampak. Upaya penanganan yang dilakukan secara terpadu akhirnya berhasil memadamkan api pada hari yang sama.
Berikutnya, karhutla juga terjadi di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (15/10). Kebakaran melanda lahan perkebunan seluas empat hektare di Desa Kunci, Kecamatan Sidareja, sekitar pukul 13.20 WIB. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.
BPBD Kabupaten Cilacap segera mengerahkan tim untuk melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan UPTD PKBD Sidareja serta Koramil dan Polsek setempat guna mendukung upaya pemadaman. Berdasarkan informasi yang diterima api berhasil dipadamkan pada Kamis (15/10) pukul 15.00 WIB.
Masih di Provinsi Jawa Tengah, karhutla juga dilaporkan terjadi di Desa Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, pada Kamis (15/10) pukul 15.30. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas 3,5 hektare.
BPBD Kota Tegal melakukan kaji cepat serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat untuk mendukung penanganan di lokasi kejadian. Relawan dan masyarakat dikerahkan untuk membantu melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Kamis (15/10).
“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau, baik karhutla maupun potensi bencana lain termasuk kekeringan,” kata Berton..
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengoptimalkan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana.
Masyarakat di wilayah terdampak karhutla untuk dapat menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar ruang.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, membakar sampah di area yang berpotensi mengalami kebakaran, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Selain itu, masyarakat dapat segera menghubungi BNPB melalui pusat telepon 117 atau BPBD masing-masing daerah apabila melihat adanya titik api, potensi kebakaran, atau kejadian kedaruratan lainnya di lingkungan sekitar.
Sumber : BNPB
