Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 14 Oktober 2026
3 min read
TOP-NEWS.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia hingga Rabu (14/10) pukul 07.00 WIB.
Menurut Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D, berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), kejadian bencana yang dilaporkan masih didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salah satu kejadian karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (12/10). Kebakaran melanda lahan seluas dua hektare di Desa Maguwan, Kecamatan Sambit. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“BPBD bersama tim gabungan segera melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual berupa gepyok dan water sprayer. Upaya penanganan tersebut berhasil memadamkan api pada Selasa (13/10).,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta Rabu.
Ia menjelaskan, Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (12/10). Kebakaran melanda lahan kosong seluas 1,5 hektare di Desa Seloran, Kecamatan Selogiri, sekitar pukul 18.00 WIB. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.
BPBD Kabupaten Wonogiri mengerahkan tim untuk melakukan kaji cepat serta berkoordinasi dengan dinas pemadam kebakaran setempat guna mendukung upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada Selasa (13/10).
Masih di Provinsi Jawa Tengah, karhutla dilaporkan terjadi di Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, pada Senin (12/10). Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas 4,5 hektare.
BPBD Kabupaten Klaten melakukan koordinasi dan kaji cepat untuk mendukung penanganan di lokasi kejadian. Tim reaksi cepat (TRC) juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan menyuplai air bersama dinas pemadam kebakaran setempat. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Selasa (13/10).
Sementara itu, karhutla juga melanda Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa (13/10) sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Wailan, Kakaskasen Satu, dan Kakaskasen Dua, Kecamatan Tomohon.
BPBD setempat telah melakukan koordinasi, kaji cepat, serta penanganan di wilayah terdampak. Hingga laporan ini diterima, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian.
Di Provinsi Sulawesi Selatan, karhutla terjadi di Kota Palopo pada Selasa (13/10). Kebakaran melanda kawasan hutan di Jalan Poros Palopo–Bastem, Kelurahan Peta, Kecamatan Sendana, dengan luas lahan terdampak mencapai 10 hektare.
Tim gabungan melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 17.29 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Selasa (13/10) sekitar pukul 16.30 WITA. Kebakaran yang bersumber dari lahan di Lingkungan Randangan, Kelurahan Puserren, tersebut telah berlangsung selama beberapa hari.
Pergerakan api yang sebelumnya menjalar jauh ke dalam kawasan hutan kembali mendekati permukiman warga di Kelurahan Tuara. Kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan warga dan kawasan permukiman, tetapi juga berpotensi meluas ke lahan pertanian milik masyarakat serta mengancam jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PT PLN di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Enrekang, luas lahan terdampak akibat kebakaran tersebut mencapai 200 hektare. Meski demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Pergerakan api yang mendekati permukiman, lahan pertanian, dan jaringan SUTET berhasil dikendalikan. Namun, tim gabungan masih melanjutkan upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali menyala maupun meluas ke wilayah sekitarnya.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau, baik karhutla maupun potensi bencana lain termasuk kekeringan.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengoptimalkan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana.
Masyarakat di wilayah terdampak karhutla untuk dapat menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar ruang. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, membakar sampah di area yang berpotensi mengalami kebakaran, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Selain itu, masyarakat dapat segera menghubungi BNPB melalui pusat telepon 117 atau BPBD masing-masing daerah apabila melihat adanya titik api, potensi kebakaran, atau kejadian kedaruratan lainnya di lingkungan sekitar,” tutup Berton
Sumber : BNPB
