fbpx
Kamis, 30 April 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Menhub dan Dirut KAI Takziah ke Rumah Duka Korban Bekasi Timur, Pastikan Investigasi Menyeluruh

3 min read

(Foto: KAI)

TOP-NEWS.id, BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa kecelakaan antara Kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Bekasi Timur.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono melakukan takziah kepada keluarga korban pada Rabu (29/4).

Kunjungan diawali di kediaman almarhumah Nurlaela di Cikarang Timur. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga.

Usai kunjungan di Cikarang Timur, jajaran melanjutkan takziah ke dua rumah duka lainnya di wilayah Tambun, yaitu kediaman almarhumah Arinjani Novita Sari dan almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna.

Pada kesempatan terpisah, seluruh Direksi KAI juga telah mengunjungi rumah duka para korban di berbagai lokasi sebagai bentuk empati dan tanggung jawab perusahaan kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menyerahkan santunan.

Bobby menyampaikan permohonan maaf dan duka cita kepada seluruh keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban atas kejadian ini. Kami hadir untuk menyampaikan langsung rasa belasungkawa serta memastikan keluarga mendapatkan pendampingan,” ujar Bobby.

Ia menegaskan bahwa KAI tengah melakukan investigasi bersama pihak terkait dan menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional.

“Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak terkait. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga korban juga menyampaikan harapan agar penyebab kejadian dapat segera diketahui. Hary Marwata, ayah dari almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, menyampaikan bahwa putrinya merupakan pengguna KRL dalam aktivitas sehari-hari.

“Setiap hari anak saya menggunakan KRL dari Tambun ke Palmerah untuk bekerja. Kami berharap proses investigasi berjalan lancar dan penyebab kejadian ini dapat segera diketahui,” ungkapnya.

Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang, sementara 45 orang masih dalam perawatan dan 45 orang lainnya telah diperbolehkan pulang.

Seluruh korban telah tertangani di sejumlah rumah sakit rujukan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, KAI Group memberikan santunan kepada para korban, yakni sebesar Rp35.000.000 bagi korban meninggal dunia dan Rp15.000.000 bagi korban luka.

KAI juga memastikan bahwa barang-barang milik korban yang ditemukan akan dikelola dan dikembalikan kepada keluarga melalui posko yang telah disiapkan.

Posko informasi dan layanan disiagakan di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk mendukung kebutuhan pelanggan terdampak lainnya.

Seiring dengan penanganan di lokasi, KAI memastikan jalur di wilayah Bekasi Timur telah melalui proses evakuasi dan pembersihan. Pemeriksaan dilakukan sebelum operasional dijalankan kembali, sehingga seluruh tahapan berjalan dengan aman dan terkendali.

Mulai pukul 14.00 WIB, Stasiun Bekasi Timur kembali melayani penumpang, dan perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang beroperasi normal secara bertahap. Pemulihan operasional dilakukan dengan kehati-hatian.

“Seluruh tahapan telah melalui pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api,” jelas Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.

KAI akan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala serta mendampingi keluarga korban dalam masa yang tidak mudah.

“Perusahaan juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian keluarga korban serta para pelanggan selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung,” tutup Anne.

Sumber : KAI

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.