Kesehatan Jemaah Haji Penting, Menhaj : Bukan Sekadar Punya Uang, Fisik Harus Siap
2 min read
(Foto : Kemenhaj)
TOP-NEWS.id, BOGOR – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa kesehatan menjadi salah satu kunci kesiapan jemaah dalam menjalankan ibadah haji. Kesiapan jemaah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga kondisi fisik yang memungkinkan jemaah menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.
Dalam arahannya pada Konsolidasi Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Bogor, Menhaj menegaskan bahwa para jemaah haji harus benar-benar siap secara lahir dan batin, bukan sekadar memiliki kemampuan finansial untuk berangkat.
“Saya ingin jemaah haji kita benar-benar siap. Bukan hanya punya uang untuk membayar dan berangkat, tetapi semuanya siap. Situasi di sana siap, secara fisik juga siap,” ujar Menhaj, Kamis (8/10/2026).
Menhaj menyampaikan dua hal penting dalam memastikan kesiapan kesehatan jemaah. Pertama, kesiapan kesehatan perlu dipastikan secara serius sejak sebelum keberangkatan melalui pemeriksaan dan pendampingan.
Kedua, tenaga kesehatan harus berani menyampaikan hasil pemeriksaan secara objektif apabila terdapat jemaah yang belum memenuhi kesiapan untuk berangkat.
“Jangan ragu, jangan takut, jangan khawatir. Kalau memang tidak bisa berangkat, sampaikan. Kalau hasil datanya, Bapak tidak bisa berangkat, mohon maaf, mungkin bisa dialihkan atau menunggu perbaikan tahun depan,” ujar Menhaj.
Penetapan kesiapan kesehatan, ditegaskan Menhaj bukan dimaksudkan untuk mempersulit jemaah. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan jemaah yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan untuk menjalankan ibadah haji.

Menurut Menhaj, tenaga kesehatan harus menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas. Setiap keputusan perlu didasarkan pada kondisi kesehatan jemaah, sehingga aspek keselamatan dan kemampuan jemaah dalam menjalankan ibadah tetap menjadi pertimbangan utama.
“Bukan saja bagian dari tugas, tapi bagian dari ibadah,” kata Menhaj.
Menhaj juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam meningkatkan pelayanan kesehatan haji.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong kerja sama yang lebih intensif dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan, termasuk dalam memperkuat dukungan rumah sakit daerah dan aspek operasional pelayanan kesehatan jemaah.
Menurut Menhaj, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan pelayanan kesehatan haji berjalan lebih terpadu dan memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
“Ini salah satu upaya kita untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi jemaah haji,” ujarnya.
Menhaj berharap seluruh tenaga kesehatan terus memperkuat komitmen, profesionalitas, dan integritas dalam menjalankan tugas.
Upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan jemaah yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan kesehatan yang memadai dan dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan selamat.
Sumber : Kemenhaj
