Kemenpar Perluas Pasar Wisata Selam Maratua ke Malaysia dan Singapura
3 min read
(Foto : Kemenpar)
TOP-NEWS.id, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkenalkan potensi wisata bahari Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kepada sejumlah dive center dari Malaysia dan Singapura melalui kegiatan “Famtrip Marine Maratua 2026” sebagai upaya memperluas pasar wisata selam Indonesia.
Sejumlah dive center dari Malaysia dan Singapura mengikuti kegiatan “Famtrip Marine Maratua 2026” yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan potensi wisata bahari Pulau Maratua, Selasa (11/8/2026).
Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan kegiatan yang berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Maratua sebagai salah satu destinasi wisata bahari dan selam unggulan Indonesia sekaligus memperluas jejaring bisnis pariwisata dengan pelaku industri di Malaysia dan Singapura.
“Melalui kegiatan famtrip ini, para dive center dapat melihat dan merasakan secara langsung berbagai pengalaman wisata yang ditawarkan di Maratua, mulai dari potensi diving, akomodasi, hingga pengalaman wisata lainnya,” ujar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Ia berharap, Maratua bisa menjadi paket wisata yang ditawarkan di pasar Malaysia dan Singapura. “Kami berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi mereka untuk memasukkan Maratua ke dalam paket wisata yang mereka tawarkan di pasar Malaysia dan Singapura,” ucap Ni Made Ayu Marthini.
Selama enam hari, peserta mendapatkan pengalaman langsung terhadap berbagai produk wisata yang dapat ditawarkan di Maratua, terutama wisata selam. Mereka melakukan penyelaman selama tiga hari di sembilan titik selam untuk mengenal kondisi bawah laut, layanan penyelaman, akomodasi, serta kesiapan destinasi dalam menerima wisatawan mancanegara.

Selain menjelajahi kekayaan bawah laut Maratua, peserta mengunjungi Goa Gumantung, menikmati panorama matahari terbenam di Teluk Harapan, serta melakukan site visit ke sejumlah akomodasi.
Rangkaian perjalanan juga mencakup kunjungan ke Kampung Dayak Tumbit untuk mengenalkan kekayaan budaya dan produk lokal kepada peserta.
Keragaman pengalaman tersebut diharapkan memperkuat daya tarik Maratua sebagai destinasi yang tidak hanya mengandalkan wisata selam, tetapi juga menawarkan perpaduan kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.
“Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pengenalan destinasi, tetapi dapat berlanjut pada pengembangan produk dan pemasaran paket wisata Maratua di kedua pasar tersebut,” ujar Made.
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia mengatakan Malaysia dan Singapura merupakan dua pasar strategis bagi pariwisata Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juni 2026, kunjungan wisatawan mancanegara asal Malaysia ke Indonesia mencapai 1.361.772 kunjungan, sedangkan wisatawan asal Singapura mencapai 739.721 kunjungan.
Menurut Dedi, capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi kedua negara dalam mendukung pengembangan dan pemasaran produk wisata minat khusus Indonesia, termasuk wisata bahari dan selam.

“Malaysia dan Singapura merupakan pasar yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia, tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga dari peluang pengembangan berbagai segmen wisata. Salah satunya adalah wisata minat khusus seperti diving,” ujar Dedi.
“Famtrip Marine Maratua 2026” juga mempertemukan peserta dengan pelaku industri pariwisata lokal melalui networking event. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha di Maratua untuk memperkenalkan produk dan layanan sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan dive center dari Malaysia dan Singapura.
Interaksi langsung antara pelaku industri lokal dan mitra potensial dari kedua negara diharapkan dapat membuka peluang penyusunan paket perjalanan yang menggabungkan aktivitas selam dengan pengalaman wisata alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.
Dari rangkaian perjalanan tersebut, Maratua memiliki potensi kuat untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus berdaya saing. Kekayaan bawah laut dapat menjadi daya tarik utama yang diperkuat dengan potensi alam, budaya, serta pengalaman autentik bersama masyarakat lokal.
Pengembangan pasar wisata selam Maratua juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat melalui peningkatan permintaan terhadap akomodasi, pemandu wisata, transportasi, kuliner, produk lokal, serta berbagai layanan pendukung pariwisata lainnya.
“Melalui pelaksanaan Famtrip Marine Maratua 2026, Kementerian Pariwisata berharap hubungan antara pelaku industri pariwisata Indonesia dengan dive center di Malaysia dan Singapura dapat terus berkembang dan menghasilkan peluang kerja sama yang berkelanjutan. Pengalaman peserta selama berada di Maratua juga diharapkan dapat mendorong promosi dan pemasaran destinasi tersebut secara lebih luas di pasar internasional,” kata Dedi.
Sumber : Kemenpar
