Kemenkes Turut Berduka Cita Atas Gugurnya Tenaga Medis di Papua
2 min readTOP-NEWS, id,JAKARTA – Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan drg. Widyawati, MKM menyampaikan duka cita yang mendalam dan menyesalkan peristiwa kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dialami oleh tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok. Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
”Kami sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi, sehinga sdri Gabriela Meilan gugur dalam melaksanakan tugas,” kata drg. Widyawati, Kamis (16/9/2021) di Jakarta.
Piihaknya menerima informasi dari Polda Papua terkait tindakan kekerasan oleh KKB yang dialami oleh tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Dari 10 tenaga kesehatan, sebanyak 8 orang sudah mengamankan diri di pos TNI.
Sementara dua orang tenaga kesehatan sebelumnya dinyatakan ditahan oleh KKB. Setelah dilakukan pencarian oleh TNI-Polri, satu orang berhasil ditemukan dalam keadaan hidup, dan satu lagi dalam kondisi meninggal dunia dan saat ini masih menunggu proses evakuasi.
drg. Widyawati berterima kasih atas tindakan cepat dari Pihak TNI-POLRI dalam menemukan kedua korban, dan berharap pihak TNI-POLRI dapat menindak tegas para KKB.
”Tenaga Kesehatan merupakan garda terdepan dalam menjamin pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga keselamatan mereka menjadi hal yang utama. Terlebih lagi Indonesia masih berperang melawan pandemi Covid-19 dimana peran tenaga kesehatan sangat krusial,” tambah drg. Widyawati.
Selanjutnya, Kementerian Kesehatan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendapatkan informasi perkembangan dari kasus tersebut.
Seperti diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 13 September 2021. Dari 10 tenaga kesehatan, sebanyak 8 orang sudah megamankan diri di pos TNI. Sementara 2 tenaga kesehatan lainnya atas nama Gabriella Meilani dan Kristina ditemukan oleh TNI-Polri pada 15 September 2021 di dasar jurang.
Satu orang berhasil ditemukan dalam keadaan hidup (Kristina) dan satu lagi dalam kondisi meninggal dunia (Gabriella) dan saat ini masih menunggu proses evakuasi.