fbpx
Rabu, 5 Agustus 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Kemenkes Perkuat Tindak Lanjut Cek Kesehatan Gratis Usai Tembus 73,8 Juta Peserta

3 min read

(Foto : Kemenkes)

TOP-NEWS.id, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengintensifkan tindak lanjut Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) setelah berhasil menjangkau 73,8 juta penduduk per 31 Juli 2026. Angka ini melampaui total capaian sepanjang 2025 yang mencatatkan 70 juta peserta.

Dalam Media Briefing Evaluasi CKG di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa (4/8), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG tidak berhenti pada pemeriksaan awal, melainkan dilanjutkan dengan edukasi, pengobatan, pemantauan, hingga rujukan. Langkah ini menjadi bagian dari target CKG 2026 untuk menjangkau 130 juta penduduk.

“Tujuan CKG bukan hanya mengecek, tetapi membuat masyarakat sehat. Setelah akses diperluas, fokus kita adalah memastikan masalah yang ditemukan langsung ditangani,” ujar Menkes Budi.

Dari total 73,8 juta peserta, sebanyak 62,7 juta orang menjalani skrining di puskesmas dan kegiatan komunitas, sedangkan 11,1 juta sisanya merupakan anak sekolah.

CKG menyediakan layanan skrining gratis bagi seluruh kelompok umur di lebih dari 10.000 puskesmas, sekolah, dan komunitas.

Pada 2026, Kemenkes memfokuskan tindak lanjut CKG pada tiga faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), yakni hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Ketiganya dinilai menjadi pemicu utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Hingga akhir Juli 2026, cakupan pemeriksaan tekanan darah dan indeks massa tubuh (IMT) telah mencapai 90 persen dari sasaran, sedangkan pemeriksaan gula darah mencapai 83 persen.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi menambahkan bahwa hasil skrining ditindaklanjuti dengan tata laksana kesehatan di puskesmas. Mulai Agustus 2026, Kemenkes memantau data tata laksana dari sedikitnya 5.300 puskesmas sebelum diperluas secara nasional.

Untuk penanganan cepat di komunitas, obat hipertensi, diabetes, dan kolesterol dapat diberikan gratis hingga 15 hari pertama sesuai indikasi medis, sebelum dilanjutkan melalui机制 Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengingatkan bahwa Indonesia saat ini mengalami pergeseran pola penyakit.

Jika dahulu penyakit infeksi menjadi pemicu utama, kini penyakit tidak menular justru semakin dominan dan kerap berkembang tanpa gejala (silent killer).

“Orang dengan hipertensi sering tidak mengetahui dirinya hipertensi. Orang dengan diabetes juga sering tidak mengetahui dirinya diabetes. Karena itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan keluhan. CKG penting untuk menemukan risiko lebih awal sebelum muncul komplikasi,” tegas Wamenkes Dante.

Wamenkes Dante menekankan bahwa deteksi dini harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara konsisten.

“Cek kesehatan tidak cukup dilakukan sekali. Jika memungkinkan, lakukan setiap tahun. Kita akan terus memperbaiki sistem agar masyarakat yang ditemukan berisiko dapat lebih cepat diobati dan tetap sehat,” lanjutnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan pemeriksaan tahunan sebagai gaya hidup baru yang didukung oleh pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.

Sejalan dengan hal tersebut, Pakar Kesehatan Masyarakat dr. Iwan Ariawan menekankan pentingnya rangkaian CKG secara berkelanjutan untuk memperpanjang masa hidup sehat masyarakat, bukan sekadar memperpanjang usia.

Menurutnya, masih ada selisih antara angka harapan hidup dan harapan hidup sehat akibat penyakit yang tidak terdeteksi sejak awal.

“Yang ingin kita capai bukan hanya masyarakat hidup lebih lama, tetapi hidup sehat dan berkualitas. Karena itu, CKG harus berjalan dalam satu rangkaian: skrining, deteksi, dan tindak lanjut,” terang dr. Iwan.

Sumber : Kemenkes
(Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI)

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.