fbpx
Sabtu, 8 Agustus 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Kemarau Diprediksi hingga Februari 2027, BNPB Imbau Warga Tidak Buka Lahan dengan Cara Membakar 

2 min read

TOP-NEWS.id, KUBU RAYA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kemarau saat ini panjang,  diprekdisi hingga Februari 2027.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, S.I.P., M.Si. saat meninjau pos lapangan karhutla Kabupaten Kubu Raya di halaman SDN 5 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya pada Jumat (7/8).

Pada kesempatan ini, Deputi Budi berdialog dengan tim gabungan dan masyarakat terdampak, guna membahas pengkinian data dan upaya yang dilakukan dalam rangka pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Budi mengungkapkan, kebakaran terjadi mayoritas dipicu oleh oknum manusia yang dengan sengaja membakar. “99 persen lahan yang terbakar ini karena ulah manusia,” ucap Budi.

Dengan fakta di lapangan yang terjadi, ia berpesan kepada masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.

Meskipun masih ada peraturan daerah (perda) yang memperbolehkan buka lahan seluas dua hektar dengan cara dibakar. Tapi ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu harus diawasi penuh sampai benar-benar padam.

“Mungkin karena ada perda yang memperbolehkan membakar dua hektar lahan untuk dijadikan kebun. Tapi tidak hanya berbunyi seperti itu, tapi harus ditunggu sehingga api tidak melebar ke mana-mana,” lanjut Budi.

Pada musim kemarau panjang yang diprediksi hingga Februari 2027 ini, satu percikan api bisa melahap ribuan hektar.

“Jangan membakar lagi, ini kemarau sangat panjang hingga Februari, mari kita jaga sama-sama,” imbuhnya.

Masyarakat yang membuka lahan dengan cara dibakar harus selalu mengawasi dan memastikan api benar-benar padam.

Persoalan muncul ketika lahan yang telah selesai dibakar dianggap sudah padam, kemudian ditinggalkan. Karena di lahan gambut, api adalah musuh yang licik. Padam di atas, tapi mengintai di bawah. Menunggu angin untuk bangkit lagi dan melahap segalanya.

“Yang terjadi ketika sudah dibakar, dikira sudah padam ditinggal pulang. Karena lahan gambut, ternyata api masih membara di dalam tanah, kena angin (kemudian api membesar) itu lah yang terjadi,” tegasnya.

Untuk memutus rantai kebakaran, dirinya meminta agar aparat penegak hukum agar tidak ragu menindak tegas, jika ada oknum masyarakat yang menyebabkan kebakaran lahan.

Hal ini sebagai langkah untuk menekan terjadinya kebakaran, diharapkan dengan adanya oknum yang ditangkap menjadi efek jera bagi masyarakat untuk tidak lagi membakar lahan.

Karena dampak yang disebabkan dari kebakaran hutan tidak hanya kerusakan lingkungan, namun juga kesehatan masyarakat juga terganggu akibat asap.

Selain bergialog, dirinya bersama rombongan menuju lokasi kebakaran untuk melihat langsung proses pemadaman api, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan yang perlu diperkuat oleh BNPB.

Lokasi yang ditinjau yaitu Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Lebih lanjut dirinya juga berpesan kepada para petugas di lapangan agar tetap semangat dan menjaga kesehatan selama penugasan.

BNPB berkomitmen mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kubu Raya, dengan akan terus memenuhi kebutuhan peralatan dan logistik bagi tim gabungan dan juga warga terdampak.

Sumber : BNPB

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.