fbpx
Selasa, 21 Juli 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Karhutla Mendominasi, BNPB Imbau Daerah Perkuat Kesiapsiagaan

3 min read

TOP-NEWS.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana baru yang didominasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebagaimana hasil pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada periode 20 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 21 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.

“Sejumlah kejadian tersebut tersebar di Provinsi Bali, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/7).

Ia menjelaskan, kejadian karhutla dengan luasan terbesar terjadi di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Lahan berupa vegetasi rerumputan kering seluas 48 hektare di wilayah perbukitan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, dilalap api dan terlihat dari Villa Bukit Kursi, sejak Jumat (17/7).

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, unsur TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP dan lainnya berhasil menaklukkan kebakaran tersebut. Kondisi di lokasi saat ini dilaporkan telah aman dan terkendali.

Di Provinsi Jawa Tengah, karhutla terjadi di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten dengan luas area terdampak sekitar 3,5 hektare.

Hasil asesmen didapatkan fakta lapangan penyebab kebakaran yakni akibat pembersihan lahan sehingga api tidak bisa dikontrol dan menyebabkan kebakaran lahan semakin meluas di Petak 98 E Perhutani Cawas BKPH Wonogiri pada Senin, (20/7) pukul 11.30 WIB.

Berkat upaya pemadaman yang dilakukan petugas gabungan di lapangan, api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran menghanguskan sekitar 2 hektare lahan di Jalan Pantai Mudong, Desa Padang, Kecamatan Manggar, pada Jumat (17/7) dan berhasil dipadamkan pada Senin (20/7) pukul 20.10 WIB, sehingga kondisi di lokasi telah dinyatakan aman.

Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Selatan, karhutla terjadi di dua wilayah, yakni Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Senin (20/7).

Kebakaran di Kabupaten Tapin telah menghanguskan lahan sekitar 3,1 hektare yang berupa semak belukar di wilayah Kelurahan Raya Belanti di Kecamatan Binuang, Kelurahan Bitahan di Kecamatan Lokpaikat dan Kelurahan Bungur di Kecamatan Bungur.

Sedangkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, karhutla terjadi di Desa Baluti, Kecamatan Kandangan dan Desa Ambutun, Kecamatan Telaga Langsat.

Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 4,33 hektare. Kedua kejadian tersebut telah berhasil ditangani dan api dipastikan padam.

Di Provinsi Kalimantan Timur, kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Kawasan RT 09, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (20/7) pukul 12.20 WITA.

Luas area terdampak mencapai 2 hektare. Tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan api sehingga tidak terjadi perluasan area terdampak.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam dua hingga tiga hari ke depan sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, serta Sumatera bagian timur masih didominasi cuaca cerah hingga berawan.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang mengalami hari tanpa hujan berturut-turut.

Di sisi lain, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan bagian utara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk terus meningkatkan patroli terpadu di kawasan rawan karhutla, mengoptimalkan deteksi dini titik panas, serta menyiagakan personel dan peralatan pemadaman agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta tidak menyalakan api di kawasan hutan maupun lahan yang mudah terbakar,” imbaunya.

Apabila menemukan titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD, kementerian, lembaga, serta unsur terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan upaya penanganan bencana berjalan optimal guna melindungi keselamatan masyarakat.

Sumber : BNPB

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.