KAI Group Siapkan 61,8 Juta Kapasitas Angkutan Lebaran 2026
3 min read
(Foto: KAI)
TOP-NEWS.id, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan kesiapan menyeluruh menghadapi Angkutan Lebaran 2026. Masa Angkutan Lebaran tahun ini ditetapkan selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.
Dalam periode tersebut, KAI Group menyiapkan kapasitas angkut sebesar 61.808.188 penumpang, meningkat 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 58.631.389 penumpang. Frekuensi perjalanan turut bertambah menjadi 49.866 perjalanan atau naik 2,1 persen.
Untuk layanan Kereta Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI, tersedia 4.498.696 tempat duduk. Selama masa Posko Lebaran, KAI menambah 62 perjalanan kereta api antarkota per hari guna mengantisipasi arus mudik dan balik.
“Hari Raya adalah momentum mobilitas nasional. KAI memastikan kapasitas, kesiapan sarana prasarana, serta sistem operasional berjalan solid agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar,” ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam program talkshow Kompas TV bersama host Audrey Chandra di Menara Kompas, Senin (23/2).
Hingga 23 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 1.659.819 tiket KA JJ dan Lokal KAI telah terjual dari total 3.872.810 tempat duduk yang disiapkan untuk periode keberangkatan 11 Maret sampai 1 April 2026.
Tingkat okupansi sementara berada di angka 42,85 persen. Ketersediaan kursi masih terbuka luas sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas dalam menentukan tanggal dan relasi perjalanan.
Dalam mendukung kebijakan pemerintah, KAI juga menyiapkan 1.285.056 kursi ekonomi komersial reguler dan tambahan untuk program stimulus transportasi berupa diskon 30 persen pada periode 14 sampai 29 Maret 2026 dengan nilai stimulus Rp116,15 miliar.
KAI juga menyediakan 480 kursi untuk program Mudik Asyik Bersama BUMN pada 17 Maret 2026 serta 56.392 kursi dalam program Motor Gratis bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian guna mendorong peralihan dari kendaraan roda dua ke moda transportasi massal.
Kesiapan operasional diperkuat melalui ramp check bersama DJKA dan KNKT di seluruh wilayah kerja. Pemeriksaan mencakup sarana, stasiun, jalan rel, serta sistem keselamatan operasional sesuai Standar Pelayanan Minimum.
Posko Terpadu Angkutan Lebaran akan berlangsung pada 13 sampai 30 Maret 2026 untuk pengendalian operasi secara terpusat. Sebanyak 3.500 petugas tambahan disiagakan, termasuk 1.044 personel khusus perlintasan serta petugas pelayanan, pengamanan, dan kebersihan.

Dari sisi digital, KAI telah melakukan migrasi dan penguatan kapasitas Rail Ticketing System pada 21 Januari 2026. Infrastruktur baru memungkinkan penyesuaian kapasitas secara dinamis dan real time.
Sistem antrean diterapkan dengan alokasi hingga 25.000 transaksi per menit guna menjaga stabilitas saat trafik tinggi. Koordinasi dengan mitra pembayaran terus diperkuat agar setiap kendala transaksi dapat diselesaikan secara cepat.
Pada Angkutan Lebaran 2026, KAI juga akan menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan hasil modifikasi kereta ekonomi generasi sebelumnya oleh Balai Yasa Manggarai dengan konfigurasi tempat duduk 3:2 yang lebih nyaman dan tarif terjangkau.
Selain itu, KAI menyiapkan layanan KA Jaka Lalana yang mempertahankan karakter klasik dengan sentuhan modern. Rencananya, layanan ini melayani relasi Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur dan menawarkan pengalaman perjalanan bernuansa lanskap alam serta nilai historis.
Aspek keselamatan tetap menjadi fokus utama, khususnya di perlintasan sebidang. Dari lebih dari 3.700 perlintasan, hampir 2.000 berada dalam kategori belum dijaga. Sepanjang 2025 hingga Januari 2026, KAI telah menutup sekitar 200 perlintasan tidak resmi dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk pembangunan flyover maupun underpass di titik padat.
Upaya ini dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan yang berdampak pada keselamatan jiwa, gangguan operasional, serta mobilitas masyarakat.
Secara keseluruhan, rincian kapasitas KAI Group pada Angkutan Lebaran 2026 terdiri dari KAI Kereta Jarak Jauh dan Lokal sebanyak 4.498.696 penumpang, KAI Commuter 50.244.436 penumpang, KAI Bandara 637.824 penumpang, KAI Wisata 32.032 penumpang, LRT Jabodebek 5.698.000 penumpang, serta LRT Sumsel 697.200 penumpang.
“KAI Group bergerak dengan perencanaan matang, penguatan sistem, serta kesiapan Insan perusahaan di seluruh lini agar Angkutan Lebaran 2026 berjalan tertib, aman, dan terkendali,” tutup Bobby.
Sumber : KAI
