Dandim 1708/BN Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Lokasi Ledakan Bom Sisa PD II di Biak
3 min read
TOP-NEWS.id, BIAK – Dandim 1708/BN Letkol Kav John Alberth Suweny, S.H mendampingi anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si meninjau lokasi ledakan bom yang diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II (PD II) di Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Jumat (5/6/2026).
Kunjungan tersebut, dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lokasi pasca ledakan sekaligus memberikan perhatian kepada warga yang terdampak akibat peristiwa yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian material.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Biak Numfor Markus Oktavianus Mansnembra, Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., Kajari Biak Numfor Hendra Wijaya, S.H., M.H., Kasiops Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Biak Numfor Andarias Alik, S.E., serta Sekda Biak Numfor Zacharias R. Mailoa, S.T., M.M.
Saat berada di lokasi, anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas menyempatkan diri menyapa warga dan melihat langsung dampak yang ditimbulkan akibat ledakan tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap benda-benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa perang.
Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh atau memindahkan benda yang belum diketahui jenis dan tingkat keamanannya.

“Jika menemukan benda yang diduga bom atau amunisi sisa Perang Dunia II, jangan disentuh, dipindahkan, disimpan, atau dibongkar. Segera laporkan kepada aparat yang berwenang agar dapat ditangani dengan aman,“ ujar Yan Mandenas.
Pada kesempatan tersebut, anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si juga menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada warga yang terdampak ledakan.
Sementara itu, Dandim 1708/BN Letkol Kav John Alberth Suweny mengatakan bahwa Kabupaten Biak Numfor memiliki sejarah panjang sebagai salah satu wilayah pertempuran pada masa Perang Dunia II. Karena itu, kemungkinan masih ditemukannya amunisi atau bahan peledak sisa perang harus menjadi perhatian bersama.

Dandim mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda untuk mengambil atau mengumpulkan benda-benda yang belum diketahui tingkat keamanannya. Apabila menemukan benda yang diduga sebagai amunisi atau bahan peledak, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat terkait.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar. Jangan mengambil risiko dengan menyentuh atau memindahkan benda yang diduga sebagai bom maupun amunisi sisa perang. Segera laporkan kepada aparat agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai prosedur,“ tegas Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa TNI bersama Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait akan terus melakukan langkah-langkah pengamanan serta memberikan edukasi kepada masyarakat guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kami berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas. Kerja sama antara masyarakat dan aparat sangat penting untuk mencegah terjadinya korban jiwa akibat benda berbahaya yang masih mungkin ditemukan di wilayah Biak,“ pungkasnya.
Editor: Frifod
Sumber: Penerangan Kodim 1708/BN
