fbpx
Rabu, 29 Juli 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

BNPB Sampaikan 5 Pesan Kunci Terkait Resiliensi Berkelanjutan ASEAN

2 min read

TOP-NEWS.id, BANDUNG – Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Rustian, secara resmi membuka pertemuan ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) ke-48 di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/7). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan strategis negara-negara anggota ASEAN di bidang penanggulangan bencana.

Mewakili Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Dr. Rustian dalam sambutan pembukaannya menyampaikan sejumlah pesan kunci terkait semangat sustainable resilience atau resiliensi berkelanjutan yang diusung oleh Indonesia.

Ke depannya, visi ini diharapkan dapat diterjemahkan secara konkret ke dalam kerangka kerja ASEAN sehingga mampu memberikan kontribusi positif, baik di tingkat kawasan maupun global.

Terdapat lima pesan kunci yang disampaikan Dr. Rustian dalam pertemuan ini. Pertama, ASEAN harus mengantisipasi risiko, memperkuat resiliensi berkelanjutan, dan membawa pengalaman kawasan ke tingkat global.

“Prioritas utamanya adalah mewujudkan AADMER Work Programme 2026–2030 melalui peningkatan kesiapsiagaan, koordinasi, pemanfaatan data dan teknologi, sistem peringatan dini, serta investasi berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas di tingkat lokal,” ujar Dr. Rustian.

Kedua, resiliensi berkelanjutan harus menjadi kerangka kerja yang praktis dan merangkul lintas sektor bagi aksi ASEAN.

Menurut Rustian, hal ini sejalan dengan deklarasi para Pemimpin ASEAN, di mana ketangguhan harus berpusat pada masyarakat serta terintegrasi dalam seluruh sektor dan tiga pilar komunitas ASEAN.

Melalui strategi pengurangan risiko, ASEAN akan jauh lebih resiliens dalam menghadapi berbagai guncangan di masa depan dan mampu melindungi capaian pembangunan.

Ketiga, ASEAN perlu berperan lebih aktif dalam agenda global pasca-2030. Pengalaman di tingkat kawasan harus menjadi kontribusi nyata bagi penyusunan kerangka kerja global, termasuk dalam pembaruan Sendai Framework, Sustainable Development Goals (SDGs), dan Paris Agreement.

“ASEAN tidak hanya perlu mengikuti diskusi global, tetapi juga harus hadir membawa solusi yang praktis, teruji, dan berpusat pada masyarakat,” tegasnya.

Keempat, kemitraan ASEAN harus bermakna, akuntabel, dan dipimpin langsung oleh ASEAN. Keberhasilannya akan diukur dari kapasitas yang diperkuat, risiko yang direduksi, dan masyarakat yang terlindungi.

Dalam konteks ini, resiliensi berkelanjutan dapat menjadi platform penguatan kerja sama di bawah naungan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), khususnya pada sektor penanggulangan bencana, ketangguhan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan konektivitas.

Kelima, Sekretaris Utama BNPB mengajak ASEAN untuk terus memperkuat peran sebagai pusat regional dan centre of excellence (pusat keunggulan) dalam penanggulangan bencana dan resiliensi berkelanjutan.

“Indonesia mendukung penuh penguatan kolaborasi melalui ASEAN Sustainable Resilience Initiative (SRI) Network, serta konsolidasi pengetahuan, inovasi, dan kerja sama dengan kawasan lain, termasuk Pasifik, untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat secara global,” tambah Rustian.

Menutup sambutannya, ia menekankan bahwa dengan berbekal 20 tahun implementasi ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER) dan sejalan dengan ASEAN Community Vision 2045, ASEAN memiliki modal kuat untuk memimpin ketangguhan bencana global dengan mengedepankan kolaborasi kawasan, kesiapsiagaan masyarakat, dan strategi resiliensi yang berkelanjutan.

Sumber : BNPB

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.