Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 6 Oktober 2026
3 min read
TOP-NEWS.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan penanganan sejumlah kejadian bencana yang dilaporkan hingga Selasa (6/10). Sejumlah kejadian kebakaran lahan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa daerah.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D menyampaikan, di Sulawesi Tengah, kebakaran lahan terjadi di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, pada Senin (5/10) sekitar pukul 10.52 WITA.
“Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 1 hektare, sedangkan penyebab kejadian masih dalam penyelidikan. Tidak terdapat korban jiwa maupun laporan kerusakan bangunan akibat kejadian tersebut,” ujar Berton dalam keterangannya Selasa (6/10).
Ia menjelaskan, penanganan dilakukan BPBD Kabupaten Tojo Una-Una bersama unsur terkait melalui pemadaman dan pendataan di lokasi.
Upaya tersebut melibatkan TRC BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tojo Una-Una, TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan desa setempat, serta masyarakat.
Kondisi terkini api telah berhasil dipadamkan dan pemantauan tetap dilakukan di lokasi.
Beralih ke Sulawesi Selatan, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Pinrang pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 17.30 WITA.
Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 16 hektare yang masih2 dalam proses pendataan. Penyebab kebakaran diduga akibat kelalaian manusia dan tidak terdapat laporan korban jiwa.
Kebakaran melanda dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Mattiro Bulu dan Kecamatan Patampanua. Lokasi terdampak tercatat di Desa Pananrang dan Desa Malimpung.
Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 6 hektare lahan terbakar di Desa Pananrang dan sekitar 10 hektare di Desa Sipatuo.
Untuk menangani kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pinrang berkoordinasi dengan instansi terkait serta pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Penanganan melibatkan TRC-PB BPBD Kabupaten Pinrang, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pinrang, TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan desa setempat, serta masyarakat. Hingga Senin (5/10), api telah berhasil dipadamkan.
Masih di Provinsi Sulawesi Selatan, karhutla juga terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang pada Senin (5/10) sekitar pukul 11.00 WITA.
Kebakaran melanda wilayah Kecamatan Mattiro Bulu dan Kecamatan Watang Sidenreng dengan luas lahan terbakar sekitar 1,47 hektare. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan tidak terdapat laporan korban jiwa.
Wilayah terdampak meliputi Desa Padaidi dan Kelurahan Bentengnge di Kecamatan Mattiro Bulu serta Desa Talumae di Kecamatan Watang Sidenreng.
Pemadaman dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran, TRC BPBD, dan masyarakat setempat. Hingga Senin (5/10), api telah berhasil dipadamkan.
Penanganan di Kabupaten Sidenreng Rappang juga didukung dengan status kedaruratan yang masih berlangsung. Karhutla tersebut ditangani dalam periode perpanjangan status keadaan darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan/lahan di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sidenreng Rappang Nomor 247/IX/2026 tentang Penetapan Perpanjangan Status Keadaan Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan/Lahan di Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2026, yang berlaku mulai 3 September hingga 1 November 2026.
Dari Sulawesi Selatan, kejadian kebakaran hutan juga dilaporkan di Jawa Timur. Di Kabupaten Ngawi, kebakaran hutan pinus terjadi di kawasan Gunung Butak, Desa Kuniran, Kecamatan Ngrambe.
Kebakaran mulai terjadi pada Minggu (27/9) sekitar pukul 15.30 WIB dan penanganan berlangsung hingga Minggu (4/10) sekitar pukul 18.00 WIB. Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 30 hektare dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Penanganan dilakukan melalui pemadaman serta pembuatan ilaran atau sekat bakar untuk mencegah api merambat ke permukiman warga.
Petugas juga melakukan pemotongan pohon pinus yang berpotensi tumbang dan membahayakan rumah warga di sekitar kawasan hutan.
Upaya penanganan melibatkan Perhutani, TNI, Polri, BPBD, relawan, pemadam kebakaran, Forkopimda, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Api telah berhasil dipadamkan dan pemantauan tetap dilakukan untuk dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan terdampak aman.
Sebagai langkah pencegahan, BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan secara tidak terkendali.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada petugas setempat.
Sumber : BNPB
