Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 29 Mei 2026
4 min read
TOP-NEWS.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana pada periode Kamis hingga Jumat, 28-29 Mei 2026. Sejumlah peristiwa bencana dari dampak cuaca ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa wilayah, antara lain angin kencang di Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, serta karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D menjelaskan, kejadian pertama, fenomena angin kencang akibat cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, pada Rabu sore (27/5) sekitar pukul 16.30 WIB.
“Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga di Dusun II, Desa Sibarau, Kecamatan Sipispis,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat.
Berdasarkan laporan sementara, bencana angin kencang tersebut berdampak pada kurang lebih 6 kepala keluarga (KK) dengan 6 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda. Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga setempat masih dalam kondisi siaga dan mulai melakukan upaya pembersihan pascabencana.
Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kabupaten Serdang Bedagai segera berkoordinasi dengan unsur terkait, meliputi Camat Sipispis, Kepala Desa Sibarau, serta masyarakat setempat.
Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan pendataan akurat dan penanganan darurat bagi warga terdampak.Hingga Kamis (28/5), proses penanganan masih terus berlangsung.
BPBD bersama aparat kecamatan dan desa tengah mendistribusikan bantuan awal serta melakukan asesmen lebih lanjut terkait kebutuhan perbaikan rumah-rumah yang rusak.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dan segera melapor jika terjadi kerusakan lebih lanjut.
Sementata di Provinsi Sumatera Selatan terjadi karhutla di wilayah Desa Mililian, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, pada Kamis (28/5).
Kejadian diketahui sekitar pukul 13.39 WIB setelah adanya laporan hasil patroli udara yang menginformasikan munculnya titik api di lokasi tersebut. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas lahan terdampak diperkirakan mencapai satu hektare. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun laporan dampak lainnya.
Tim gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman guna memastikan api tidak meluas ke area sekitar.
Upaya penanganan tersebut dilakukan oleh BPBD Posko Kecamatan Gelumbang yang berkoordinasi bersama Manggala Agni dan anggota Koramil 404-01 Gelumbang.
Selain melakukan pemadaman dan kaji cepat di lokasi kejadian, tim juga melaksanakan dokumentasi kegiatan serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari.
Dalam operasi penanganan tersebut, petugas didukung sejumlah peralatan antara lain dua unit kendaraan roda dua jenis trail milik BPBD, satu unit mesin jinjing, empat roll selang, serta satu unit nozzle. Saat ini, api dilaporkan telah berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dalam keadaan terkendali.
Sementara itu, bencana angin puting beliung terjadi di wilayah Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis (28/5).
Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang yang melanda kawasan permukiman.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 5 KK atau 19 jiwa terdampak dalam kejadian ini. Selain itu, tercatat sebanyak 5 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat dampak yang masih terus didata oleh petugas di lapangan. Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Menindaklanjuti kejadian itu, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Medan menurunkan beberapa personel untuk melakukan monitoring, pendataan, serta kaji cepat pascabencana angin puting beliung.
Petugas juga berkoordinasi dengan pihak lingkungan, kelurahan, dan kecamatan setempat guna memastikan penanganan berjalan secara optimal.
Selain melakukan asesmen lapangan, BPBD Kota Medan juga terus memonitor perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Penanganan kejadian ini berada dalam masa transisi darurat menuju pemulihan bencana di Kota Medan berdasarkan Keputusan Wali Kota Medan Nomor 188.44/27.K yang berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 26 Juni 2026.
Adapun unsur yang terlibat dalam penanganan terdiri dari BPBD Kota Medan, masyarakat setempat, serta relawan. Hingga saat ini, proses pendataan masih terus dilakukan mengingat cuaca yang masih diguyur hujan dan adanya pemadaman listrik di lokasi terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak angin kencang dan puting beliung agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang terjadi.
Warga juga diimbau untuk menghindari berteduh maupun beraktivitas di dekat pohon, baliho, dan bangunan yang berpotensi roboh. Sementara itu, masyarakat di wilayah rawan karhutla diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas.
Sumber : BNPB
