fbpx
Minggu, 28 November 2021

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Turut Berduka atas Kejadian di Kiwirok, IDI Minta Tarik Nakes ke Tempat yang Lebih Aman

2 min read

TOP-NEWS.id, JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk sementara menarik tenaga kesehatan (nakes) di distrik Kiwirok ke tempat yang lebih aman.

Hal ini disampaikan Ketua Umum PB IDI, Dr Daeng M Faqih. SH,MH terkait kejadian di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua yang mengakibatkan sejumlah tenaga kesehatan terluka bahkan suster Gabriella Meilani meninggal dunia.

“Pengurus Besar IDI menyesalkan kejadian tersebut dan turut berduka cita atas meninggalnya tenaga kesehatan, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi tempat yang layak dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Ketum IDI Daeng M Faqih mengawali pernyataan sikap PB IDI, Jumat (17/9/2021).

Tenaga Kesehatan di Papua berduka atas meninggalnya suster Gabriella Meilani (Foto: IDI Papua)

IDI mengutuk keras semua tindakan kekerasan dan anarkis terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas pengabdian dan kemanusiaan, yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan tidak dibenarkan menjadi sasaran semua tindak kekerasan.

“IDI meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk sementara menarik tenaga kesehatan ke tempat yang lebih aman,” pintanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku tindak kekerasan dan anarkis agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

IDI juga mengapresiasi aparat keamanan yang melakukan tindakan cepat upaya pemulihan keamanan di seluruh Papua khususnya di Distrik Kiwirok.

Di tempat terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, keamanan tenaga kesehatan (nakes) di Papua menjadi perhatian aparat TNI maupun Polri.

“Tentunya ketika ada dorongan untuk bagaimana bisa mengamankan nakes, ya itu menjadi perhatian TNI-Polri untuk bisa mengamankan itu, sehingga pelayanan-pelayanan kesehatan di Papua bisa berjalan dengan baik,” kata Rusdi kepada wartawan di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (17/9/2021).