Dukung Hanpangan, Babinsa Supiori Turun Langsung Bantu Warga Olah Lahan Sagu
2 min read
TOP-NEWS.id, SUPIORI – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan (hanpangan) lokal dan menjaga kearifan budaya daerah, Babinsa Koramil 1708-06/Supiori Utara, Koptu Imanuel Rumere Mika bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong-royong menyiapkan lahan sagu di Kampung Amiyas, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori, Papua, Selasa (2/9/2025).
Kegiatan gotong-royong ini dilakukan sebagai bagian dari pendampingan Babinsa terhadap masyarakat binaan dalam memanfaatkan potensi alam yang ada di wilayah. Kampung Amiyas merupakan salah satu wilayah yang subur di Supiori, karena dikelilingi oleh sungai-sungai kecil, sehingga sangat cocok untuk budidaya pohon sagu.

Sagu sendiri merupakan makanan pokok masyarakat Papua yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik untuk konsumsi pribadi maupun sebagai sumber penghasilan.
Selain nilai ekonomisnya, sagu juga dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti papeda, sagu lempeng, sagu bakar, dan lainnya.
Dalam keterangannya, Koptu Imanuel Rumere menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk membantu warga secara fisik dalam menyiapkan lahan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian TNI dalam menjaga warisan budaya dan pangan lokal.

“Tanaman sagu sangat penting bagi masyarakat Papua. Selain sebagai makanan pokok, juga bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan yang bernilai jual. Bila dikelola dengan baik, tentu akan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Babinsa.
Ia juga menambahkan bahwa pendampingan seperti ini adalah bagian dari tugas seorang Babinsa yang harus selalu hadir dan berada di tengah-tengah masyarakat, membantu kesulitan warga, serta memberikan motivasi agar tetap semangat dalam memanfaatkan potensi yang ada di kampungnya.
Sementara itu, salah satu warga Kampung Amiyas, Rudolf Rumere, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada Babinsa yang telah turun langsung membantu proses pembersihan dan penyiapan lahan.
“Saya sangat senang dan bersyukur, karena Babinsa datang membantu kami. Pohon sagu yang kami tanam ini nantinya akan diolah untuk konsumsi keluarga. Kalau hasilnya banyak, akan kami jual ke pasar agar bisa menambah penghasilan keluarga,” ucapnya.
Rudolf juga berharap agar kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan, karena sangat membantu masyarakat dalam menjaga tradisi dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat Kampung Amiyas. Mereka berharap pendampingan Babinsa ke depan tidak hanya terbatas pada kegiatan fisik seperti penyiapan lahan, tetapi juga pelatihan pengolahan hasil sagu agar nilai jualnya meningkat dan bisa bersaing di pasar.
Melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara TNI dan masyarakat terus terjalin erat, sekaligus menjadi contoh nyata peran Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan desa di wilayah binaannya.
Editor: Frifod
Sumber: Penerangan Kodim 1708/BN
