fbpx
Jumat, 30 Januari 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

RSUD Jayapura Dok II Menangani Penyakit Langka Kawasaki Syndrome

2 min read

TOP-NEWS.id, JAYAPURA – Penyakit langka adalah kondisi medis yang jarang terjadi dan mempengaruhi sebagian kecil populasi dengan prevalensi yang rendah dan bervariasi (misalnya, 1 dari 2.000 orang di Eropa). Meskipun jumlah penderitanya sedikit, penyakit ini menimbulkan tantangan besar karena seringkali sulit didiagnosis, perawatannya terbatas, serta berdampak signifikan secara fisik, emosional, dan ekonomi pada pasien dan keluarga.

Lebih dari 7.000 penyakit langka telah teridentifikasi memengaruhi ratusan juta orang secara global dan seringkali karena kelainan genetik. Salah satu penyakit langka yang dapat terjadi pada anak-anak, adalah Kawasaki syndrome (penyakit Kawasaki).

Sindrom Kawasaki, adalah penyakit langka yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama pada anak di bawah lima tahun, dengan gejala utama demam tinggi, ruam, mata merah, bibir pecah-pecah, lidah stroberi, tangan/kaki bengkak, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Yang jika tidak diobati bisa merusak arteri koroner (pembuluh darah jantung) dan menyebabkan masalah jantung serius, namun dapat sembuh total dengan pengobatan dini seperti Imunoglobulin Intravena (IVIG).

RSUD Jayapura Dok II, Papua telah menangani kasus seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang terdiagnosa menderita Kawasaki syndrom (penyakit Kawasaki) dengan pemberian pengobatan Imunoglobulin Intravena (IVIG) atau Gammaras.

Saat dikonfirmasi lewat telepon, dr. Berton Juniper Manurung Sp.A Sub.Sp.Kardio (K)., M.Kes, yakni dokter ahli jantung dan pembuluh darah anak sekaligus merupakan dokter yang mengobati kasus tersebut mengatakan bahwa kasus ini merupakan kasus langka dan dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan segera.

“Sehingga kami laporkan kepada pihak manajemen dan langsung direspons positif dengan mengadakan obat Imunoglobulin Intravena (IVIG) atau Gammaras, sehingga Puji Tuhan kita bisa mengobati kasus ini,” kata dr. Berton Juniper Manurung.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Jayapura Dok II dr. Andreas Pekey, Sp.PD.,M.H.,M.Si saat dikonfirmasi kasus diatas membenarkan hal tersebut bahwa pihak manajemen bergerak cepat untuk mengadakan obat intravena (IVIG) atau gammaras dan menggratiskan enam vial dari sembilan vial yang dibutuhkan.

“Harga satu Vial Intravena (IVIG) atau Gammaras tersebut berkisar antara Rp 3-5 juta. Hal ini adalah harapan dari visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua (Mathius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen), yang menginginkan agar Papua bertransformasi menuju Papua Baru, Maju dan Harmonis hingga tercipta SDM Papua sehat, cerdas dan produktif,” ujar dr. Pekey kepada TOP-NEWS.id, Sabtu (20/12/2025).

Oleh karena itu, kata Direktur RSUD Jayapura dr. Andreas Pekey, di tingkat OPD Teknis seperti di RSUD Jayapura kami berusaha menjaga Papua Sehat dengan memperkuat layanan kesehatan rujukan untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan di Indonesia Timur, khususnya di Papua yang merupakan etalase bangsa di kawasan Pasifik.

Editor: Frifod

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.