fbpx
Rabu, 7 Januari 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Korban Banjir Bandang Sitaro Bertambah Menjadi Sebelas Orang Meninggal Dunia

2 min read

TOP-NEWS.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, korban meninggal dunia dalam peristiwa bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026) bertambah.

Sebelumnya, pada Senin siang, korban meninggal dunia dilaporkan sembilan orang, data terkini per Senin (5/1) pukul 19.00 WIB menjadi sebelas orang.

Dari kesebelas korban meninggal dunia, enam jenazah telah terindentifikasi, sementara lima jenazah masih dalam pendataan. Kepada keluarga korban meninggal dunia, BPBD Kabupaten Sitaro memberikan fasilitas pemakaman korban.

Hingga malam ini, lima orang masih dinyatakan hilang atau dalam pencarian. Operasi search and rescue atau SAR belum dilanjutkan karena terhalang cuaca buruk berupa hujan lebat yang berpotensi banjir dan longsor susulan pada lokasi bencana. Operasi SAR akan segera dilanjutkan keesokan hari.

Selain korban meninggal dunia, kejadian ini turut berdampak pada 143 Kepala Keluarga atau 444 jiwa yang harus mengungsi. Pemerintah daerah setempat membuka pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan alat tidur, kids ware, dan makanan siap saji di pengungsian.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, wilayah terdampak meluas menjadi empat kecamatan meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Merespon keadaan darurat ini, Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro melalui SK Nomor 1 Tahun 2026 selama 14 (empat belas) hari TMT 5 Januari s.d 18 Januari 2026.

Untuk keperluan pembukaan akses jalan yang putus BPBD Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup memobilisasi alat berat (excavator dan wheel loader) ke Lokasi bencana dengan target kerja ketika cuaca telah memungkinkan.

Peristiwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara terjadi pada Senin (5/1), pukul 02.30 Wita.

Tiga kecamatan terdampak adalah Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat. Insiden terjadi setelah hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.

Dalam visual yang diterima oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga bangunan warga.

Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, pada Senin siang ini (5/1) banjir telah surut. Meskipun demikian, jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah terdampak terputus.

Sumber : BNPB

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.