fbpx
Minggu, 25 Januari 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

BNPB Pastikan Pengungsi Banjir Aceh Utara Tak Lagi Tinggal di Tenda Jelang Ramadhan

2 min read

TOP-NEWS.id, KOTA LANGSA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh pengungsi korban banjir tidak lagi tinggal di tenda pengungsian pada 18 Februari 2026 atau menjelang bulan Ramadhan. Pengungsi akan dipindahkan ke hunian sementara (Huntara), sebagian lainnya menetap sementara di rumah saudara atau keluarga.

“Huntara yang dibangun di Aceh Utara sebanyak 4.000 unit. Jumlah ini diasumsikan sebagai tahap pertama pembangunan hunian tetap. Memang jumlahnya sangat besar dan saat ini progresnya baru sekitar 30 persen,” ujar Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto.

Hal itu ia sampaikan saat mengecek langsung progres pembangunan Huntara bagi pengungsi banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (22/1).

Pengecekan dilakukan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Turut mendampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA selaku Koordinator Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad, serta Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil.

Lebih lanjut, Suharyanto menjelaskan bahwa pengungsi yang memilih tinggal di rumah keluarga akan diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 per kepala keluarga per bulan selama enam bulan.

Menurutnya, dalam jangka waktu enam bulan tersebut pembangunan hunian tetap diharapkan dapat diselesaikan.

“Tantangannya memang jumlahnya sangat besar, sehingga harus dikerjakan dalam waktu yang cepat,” terangnya.

Selain BNPB, pembangunan hunian juga melibatkan Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, TNI, Polri serta sejumlah lembaga lainnya. Ia optimistis sebelum Ramadhan seluruh pengungsi sudah tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.

“Kemungkinan pada 18 Februari sudah tidak ada lagi pengungsi di tenda,” tegasnya.

Usai mengecek pembangunan hunian, Kepala BNPB juga menyusuri aliran Sungai Jambo Aye di desa Seulemak Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara menggunakan perahu bermesin untuk melihat langsung sejumlah titik terdampak banjir besar pada 25 November 2025 yang belum dapat diakses melalui jalur darat.

Sumber : BNPB

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.