fbpx
Rabu, 21 Oktober 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 21 Oktober 2026

3 min read

TOP-NEWS.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia dari Selasa (20/10) hingga Rabu (21/10) pukul 07.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D menyampaikan, berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), kejadian bencana yang dilaporkan masih didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kejadian karhutla pertama dilaporkan terjadi di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Selasa (20/10) pukul 11.30 WITA. Si jago merah melalap lahan seluas empat hektare di Dusun Bonto Sunggu, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam peristiwa tersebut,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (21/10).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai bersama tim gabungan segera melakukan pemadaman di lokasi terdampak, upaya penanganan yang tanpa mengenal lelah tersebut akhirnya berhasil memadamkan api di hari yang sama pukul 15.45 WITA.

Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Selasa (20/10) pukul 13.30 WITA. Kebakaran melanda lahan seluas 10 hektare di Desa Uekuli, Kecamatan Tojo, sekitar pukul 13.30 WITA. Tidak ada korban jiwa yang akibat kejadian ini.

BPBD Kabupaten Tojo Una-Una segera mengerahkan 1 unit mobil tangki dan tim untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan setempat guna mendukung upaya pemadaman.

Masih di Provinsi Sulawesi Tengah, karhutla juga dilaporkan terjadi di puncak Gunung Ranindi yang berada di wilayah administratif Kecamatan Palopo, Kabupaten Sigi pada Selasa (20/10) pukul 12.00 WITA, lahan seluas 60 hektare dilaporkan dilalap si jago merah.

Peristiwa ini diduga terjadi akibat aktivitas masyarakat yang mengelola pohon damar, BPBD Kabupaten Sigi beserta tim gabungan segera melakukan asesmen dan pemadaman serta penyekatan di lokasi terdampak yang terkendala oleh sulitnya medan.

Beralih ke Provinsi Jawa Tengah, karhutla dilaporkan terjadi di area lereng Gunung Merbabu yang meliputi Desa Jelok di Kecamatan Boyolali, Desa Ngagrong di Kecamatan Gladagsari dan Kelurahan Kemiri di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (20/10) pukul 09.30. Kebakaran tersebut berdampak pada area lahan seluas 2,55 hektare.

BPBD Kabupaten Boyolali melakukan kaji cepat serta berkoordinasi lintas instansi dan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk mendukung penanganan di lokasi kejadian. Relawan dan masyarakat dikerahkan bersama sama untuk membantu melakukan pemadaman di lokasi kejadian.

Dari Provinsi Jawa Timur, dilaporkan si jago merah membakar dua hektare lahan di Petak 5A RPH Kemloko, BKPH Pacet, KPH Pasuruan yang secara administratif masuk di wilayah Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada Selasa (20/10) pukul 14.00 WIB.

BPBD Kabupaten Mojokerto berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur serta Perhutani untuk segera melakukan pemadaman, masih di hari yang sama pada pukul 15.45 api berhasil dipadamkan dan area terdampak dilakukan pendinginan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau, baik karhutla maupun potensi bencana lain termasuk kekeringan.

Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengoptimalkan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana.

“Masyarakat di wilayah terdampak karhutla untuk dapat menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar ruang. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, membakar sampah di area yang berpotensi mengalami kebakaran, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.,” imbaunya.

Selain itu, masyarakat dapat segera menghubungi BNPB melalui pusat telepon 117 atau BPBD masing-masing daerah apabila melihat adanya titik api, potensi kebakaran, atau kejadian kedaruratan lainnya di lingkungan sekitar.

Sumber : BNPB

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.