fbpx
Selasa, 20 Oktober 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Sinergi Pemerintah dan Pertamina Percepat Pemulihan Distribusi BBM di Bali

3 min read

(Foto: Pertamina)

TOP-NEWS.id, DENPASAR – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan pasokan dan mempercepat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali serta berbagai wilayah di Indonesia melalui penguatan pasokan, armada, optimalisasi infrastruktur distribusi, dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.

Upaya tersebut demi mendukung lancarnya penyaluran BBM ke SPBU dan terurainya antrean masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa kondisi pasokan BBM di Bali telah menunjukkan pemulihan signifikan.

“Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di Bali sudah bisa teratasi. Tadi saya minta Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari, dan sore ini sudah tercapai. Jadi stok kita di Bali aman 15 hari,” ujar Bahlil dalam kunjungannya bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Fuel Terminal Sanggaran, Bali, Senin (19/10).

Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina meningkatkan jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa menuju Bali, dari sebelumnya tiga menjadi tujuh kapal.

Langkah ini didukung optimalisasi operasional Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran guna memperkuat penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM ke berbagai wilayah di Bali.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa kelancaran pasokan dan distribusi energi menjadi prioritas perusahaan, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah.

“Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya. Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan penyaluran dan distribusi energi serta memastikan seluruh wilayah dapat dilayani dengan baik,” ujar Simon.

Pertamina ditegaskannya terus melakukan evaluasi dan penguatan di seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan, pengangkutan, penyimpanan hingga penyaluran BBM kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi seluruh entitas Pertamina Group guna menjaga ketahanan energi nasional.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi langkah cepat Pertamina serta sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan distribusi BBM di Bali.

“Sejak Sabtu dan Minggu, suplai ke SPBU secara umum berjalan lancar dan antrean sudah tidak banyak lagi,” ujarnya.

Menurut Koster, sejumlah langkah pengaturan aktivitas masyarakat, termasuk kebijakan bekerja dari rumah, pembelajaran daring, serta pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap, turut mendukung kelancaran pelayanan di SPBU.

Kebijakan ganjil-genap diperpanjang hingga 23 Oktober 2026 dan dapat dievaluasi lebih awal sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

“Kami di daerah akan membantu pelaksanaan tugas Pertamina di lapangan,” tambah Koster.

Dari sisi operasional, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa penguatan pasokan terus dilakukan, termasuk melalui kedatangan kargo Pertamax dan penjadwalan tambahan pengiriman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Tidak hanya pasokan di SPBU, pasokan untuk Pertamax di Pertashop pun akan kita maksimalkan,” ujar Ega.

Penguatan Distribusi Energi di Berbagai Wilayah Indonesia

Selain pemulihan layanan di Bali, Pertamina juga terus memperkuat distribusi BBM di berbagai wilayah Indonesia dengan menyesuaikan pola pengangkutan terhadap kondisi geografis dan tantangan logistik di lapangan.

Di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, pendangkalan sungai akibat kondisi cuaca memengaruhi akses kapal pengangkut BBM berukuran besar. Untuk menjaga kelancaran penyaluran, Pertamina melakukan penyesuaian pola distribusi, termasuk optimalisasi jalur darat sebagai alternatif pengangkutan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa secara nasional ketahanan stok BBM tetap terjaga. Cadangan Pertalite berada pada kisaran 16–18 hari, sementara jenis BBM lainnya berada di atas 20 hari.

“Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar,” ujar Bahlil.

Penguatan distribusi tersebut menjadi bagian dari langkah Pertamina dalam memastikan ketersediaan dan akses energi bagi masyarakat di berbagai wilayah, sekaligus menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi nasional.

Simon turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Forkopimda, Kodam Udayana, Polda Bali, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pemulihan, termasuk dalam pengaturan pelayanan SPBU, penguraian antrean, dan dukungan operasional distribusi BBM.

Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dialami masyarakat selama proses pemulihan layanan.

“Terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh masyarakat Bali. Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan energi kepada masyarakat semakin baik,” ujar Simon.

Pertamina terus memantau perkembangan kebutuhan energi di berbagai wilayah, mengoptimalkan infrastruktur dan armada distribusi, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan energi nasional.

Sumber : Pertamina

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.