fbpx
Selasa, 22 September 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi, Kemenhaj Terus Pantau Kondisinya

2 min read

(Foto: Kemenhaj)

TOP-NEWS.id, JEDDAH – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji dan Umrah, dr. Dani Pramudya, menegaskan pihaknya terus memantau kondisi dua jemaah haji Indonesia yang hingga kini masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi.  Keduanya masih mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan selama berada di Arab Saudi.

“Saat ini masih ada dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi, satu dirawat di RS Khaybar General Hospital, Madinah dan satu jemaah lagi dirawat di Rumah Sakit dr Samir Abbas Jeddah,” ujar Dani saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Jakarta, Minggu (20/9/2026) seperti yang dilansir situs Kementerian Haji dan Umrah, Senin (21/9).

Kedua jemaah tersebut masing-masing berasal dari Lamongan dan Tangerang. Jumlah jemaah yang menjalani perawatan kesehatan tersebut telah mengalami penurunan signifikan.

Pada masa awal setelah rangkaian ibadah haji selesai, tercatat sekitar 60 jemaah haji Indonesia masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Kini, jumlah tersebut menyusut menjadi dua orang.

“Semoga dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi segera kembali sehat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air,” kata Dani.

Dari Serangan Jantung hingga Infeksi Paru

Dani menjelaskan, sejumlah jemaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan medis di Arab Saudi mengalami berbagai penyakit serius.

Di antaranya serangan jantung, stroke berat, hipertensi, diabetes atau kencing manis, serta infeksi paru.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan haji, mengingat jemaah harus menghadapi aktivitas fisik yang cukup berat serta kondisi lingkungan Arab Saudi yang berbeda dengan Indonesia.

Karena itu, aspek kesehatan akan menjadi salah satu perhatian utama dalam persiapan penyelenggaraan haji 2027.

Istithaah Kesehatan Jadi Perhatian Haji 2027

Dani mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah akan memperkuat perhatian terhadap aspek istithaah kesehatan pada penyelenggaraan haji 2027.

Menurut dia, kemampuan kesehatan jemaah menjadi faktor penting agar mereka mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman dan optimal.

“Kami berharap kepada jemaah haji tahun 2027 agar benar-benar menjaga kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani,” ujarnya.

Ia mengingatkan, kondisi alam di Arab Saudi memiliki karakter yang berbeda dengan Indonesia. Perbedaan suhu, cuaca, aktivitas fisik, serta kepadatan jemaah dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kondisi tubuh.

“Menjaga kesehatan itu penting, karena kondisi alam antara di Indonesia dan di Arab Saudi itu berbeda,” katanya.

Menurut Dani, persiapan kesehatan bahkan perlu dilakukan jauh sebelum keberangkatan. Jemaah diharapkan menjaga kondisi tubuh dan mengikuti pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) secara serius.

Dengan kondisi kesehatan yang baik sejak di Tanah Air, jemaah diharapkan dapat memenuhi persyaratan istithaah kesehatan dan lebih siap menghadapi rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.

“Dengan menjaga kesehatan, jemaah ketika melakukan MCU dapat memiliki hasil yang bagus, sehingga istithaah kesehatan terpenuhi,” pungkas Dani.

Sumber : Kemenhaj

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.