Karang Keras Tak Halangi Semangat Prajurit Kodim 1708/BN Membangun Jembatan
2 min read
TOP-NEWS.id, BIAK – Personel Kodim 1708/BN terus mempercepat pembangunan Jembatan Aramco di Kampung Wodu, Distrik Andey, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Kamis (6/8/2026). Pembangunan jembatan ini merupakan salah satu upaya TNI AD untuk membantu masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang dapat mempermudah akses transportasi, khususnya di wilayah pedalaman.
Jembatan Aramco memiliki panjang sekitar 15 meter. Sebelum dibangun kembali, kondisi jembatan sudah rusak dan membahayakan masyarakat yang melintas, baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki.
Saat ini, pembangunan memasuki tahap penggalian lubang pondasi cakar ayam yang akan menjadi penyangga utama jembatan. Pekerjaannya cukup berat, karena tanah di lokasi didominasi batuan karang yang keras.

Dengan bermodalkan linggis dan sekop, para prajurit menggali batuan karang sedikit demi sedikit. Meski menghadapi medan yang berat, semangat mereka tidak surut demi menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.
Serka Jusman Syarif yang ikut mengerjakan pembangunan mengatakan, seluruh personel bekerja maksimal agar setiap tahapan dapat selesai sesuai target.

“Pembangunan terus kami kebut. Saat ini kami fokus mengerjakan penggalian pondasi cakar ayam sebagai dasar konstruksi jembatan. Walaupun harus menggali batuan karang yang cukup keras, kami tetap semangat karena jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat,“ ujarnya.
Ia juga menjelaskan, pembangunan Jembatan Aramco tidak hanya bertujuan membangun sarana penghubung, tetapi juga untuk mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.
Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat antar kampung, mempermudah distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok, serta mendorong pertumbuhan perekonomian warga di Distrik Andey.
Editor: Frifod
Sumber: Penerangan Kodim 1708/BN
