fbpx
Rabu, 22 Juli 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Kurangi Risiko Korban Jiwa, BNPB Perkuat Peringatan Dini Banjir di Grobogan dan Demak

2 min read

TOP-NEWS.id, DEMAK – Sebagai upaya mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian akibat banjir, Direktorat Peringatan Dini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Penguatan Instrumen Sirene Peringatan Dini Bencana Banjir di Provinsi Jawa Tengah.

“Kegiatan kali ini ditujukan di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak. Kedua kabupaten tersebut mendapatkan masing-masing empat unit sirene di empat Desa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, Selasa (21/7).

Tahap ini berfokus pada Koordinasi Integrasi dan Penentuan titik lokasi sebagai bagian dari rangkaian tahap awal pemasangan unit sirene dan sensor terpadu.

Menurutnya, tahap ini penting dilakukan untuk memastikan penggunaan sensor terpadu BMKG, BBWS dan PU untuk dapat menunjang informasi peringatan dini bencana dan memperkuat sirene peringatan dini dalam satu daerah aliran sungai.

Rapat koordinasi integrasi untuk wilayah Kabupaten Grobogan, dilaksanakan di kantor BPBD Kabupaten Grobogan, (20/7/2026). Kepala BPBD Kabupaten Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto menyambut dengan baik rencana pemasangan sirene di 4 lokasi.

Ia juga berharap kegiatan berlangsung lancar dan unit sirene dapat segera terpasang, sehingga dapat dimanfaatkan ketika terjadi kejadian bencana banjir.

Rapat dilanjutkan dengan penentuan titik Lokasi survey dengan mengundang 4 kepala desa yang diusulkan yaitu Kelurahan Cengkrong, Desa Kalongan, Desa Kuripan dan Desa Gubug.

Sementara itu, rapat koordinasi integrasi untuk wilayah Kabupaten Demak, digelar di kantor BPBD Kabupaten Demak pada Selasa (21/7). Pada rapat ini, BNPB turut mengundang Perwakilan BAPPENAS Ricky Rosadi.

Ricky mengatakan bahwa pembangunan sirene perlu bersinergi dengan semua sektor agar dalam diseminasi kepada masyarakat dapat mempersiapkan masyarakat untuk menyelamatkan diri sebelum terjadi bencana.

Selanjutnya diadakan penentuan titik lokasi sirene yang juga mengundang empat Kepala desa dari desa yang diusulkan, yaitu Desa Lempuyang, Desa Kebunbatur, Desa Telogoweru, dan Desa Sarimulyo.

Pada kesempatan yang sama, BNPB yang diwakili Analis Kebencanaan Ahli Madya Direktorat Peringatan Dini, Aminingrum, meminta dukungan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Grobogan dan BPBD Kabupaten Demak untuk pembangunan sirene peringatan dini bencana.

Dukungan semua pihak dibutuhkan mulai dari proses pemasangan hingga pemeliharaan sirene ke depan, agar alat dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.

BNPB berharap dengan terpasangnya unit sirine di wilayah rawan bencana, masyarakat di sekitarnya dapat menjadi lebih sadar, siap siaga, dan mampu merespons cepat ketika bencana terjadi.

Kegiatan ini tidak hanya membangun secara fisik alat peringatan dini tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat untuk dapat mengetahui keberadaan sehingga memahami bunyi yang dikeluarkan dan tidak menimbulkan kepanikan.

Di sisi lain, adanya peringatan dini yang cepat juga diharapkan dapat memberi waktu bagi petani untuk mengamankan hasil panen dan asetnya, sehingga potensi kerugian ekonomi dapat diminimalisir.

Sumber : BNPB

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.