Pertama Kali di Tanah Papua, UIP Pembuka Gerbang Pendidikan dengan Lima Kampung Mitra PNG
6 min read
TOP-NEWS.id, SKOUW – Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Universitas Internasional Papua (UIP) dengan lima kampung mitra di Vanimo West Coast, Provinsi Sandaun, Papua New Guinea (PNG) dilaksanakan di PLBN Skouw, Kampung Moso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (16/7/2026).
Penandatanganan perjanjian tersebut, kerja sama antara UIP dan lima kampung mitra, yakni Kampung Wutung, Musu, Yako, Waromo, dan Vanimo (Lido), dirangkaikan dengan pembukaan Bridging Internasional UIP dalam bidang Bahasa Indonesia, Matematika dan Komputer untuk calon-calon mahasiswa UIP yang berasal dari kelima kampung mitra tersebut. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 100 orang.
Sambutan pertama disampaikan Rektor UIP Izak Morin mengucapkan terima kasih atas penandatanganan perjanjian kerja sama antara UIP dan lima kampung mitra sangat baik. Kegiatan ini bukan yang pertama kali dilkukan, tetapi kegiatan ini sudah pernah dilakukan oleh universitas kami (UIP) dan direncanakan ada KKN lagi untuk mahasiswa Internasional Papua pada bulan September untuk lima kampung yang berada di PNG.
Menurutnya, ada 35 orang dari mahasiswa PNG yang akan melaksanakan pendidikan di Universitas Internasional PNG, dan dalam kegiatan belajar tersebut mahasiswa dapat belajar dan komunikasi menggunakan Bahasa Indonesia dan dapat mengambil program Studi Bahasa Indonesia, Matematika, dan Komputer.

“Hubungan Indonesia dan PNG terjalin dengan adanya komunikasi yang baik antara pemerintah Konsulat PNG dan Konsulat RI yang berada di PNG. Kami mengucapkan terima kasih kepada Duta Besar Indonesia untuk PNG yang sudah membantu kami. Kami dari Universitas Internasional Papua sangat menyambut baik dari mahasiswa PNG yang akan mengikuti studi di Universitas Internasional Papua dan kami akan mengajarkan pengetahuan dan bahasa serta setiap pembiayaan kami tidak akan membedakan dengan mahasiswa yang berada di Indonesia,” ucap Rektor UIP Dr. Izak Morin, M.A., dalam rilis diterima, TOP-NEWS.id, Kamis (16/7/2026).
Di tempat yang sama,
Kepala Kampung Wutung Rafael Tungla berharap perjanjian ini bukan hanya untuk ditandatangani saja, tetapi perjanjian ini untuk memajukan mahasiswa yang berada di PNG dan mahasiswa Indonesia.
“Keterpisahan dua negara tidak menjadi hambatan bagi mahasiswa PNG yang akan mengikuti pendidikan di Universitas Internasional Papua, dan akan ada kesempatan bertumbuh dan berkembang untuk membangun di wilayahnya masing – masing,” pesan Rafael Tungla.
Ia menjelaskan bahwa saat menempuh pendidikan selama empat tahun di UIP diharapkan mahasiswa membawa perubahan, semangat dan harapan untuk daerah asal mereka.
“Dimasa depan generasi muda memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan lebih baik lewat hubungan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan PNG.
Kerja Sama Antar Dua Negara Membawa Dampak Baik
Deputi Administrator Provinsi West Sepik, Mr. Rolan Taime menambahkan, kerja sama dan hubungan baik antar kedua negara (Indonesia dan PNG) untuk memberikan dampak baik kepada negara kita masing-masing, terutama di bidang pendidikan.
“Terima kaaih atas kerja sama dan kerja keras kepada seluruh rektor Universitas Internasional Papua atas terwujudnya program kerja sama penadatanganan antara Universitas Internasional Papua dan lima kampung mitra di Vanimo West Coast, Provinsi Sandaun, PNG,” tutur Rolan.
Pesan dari Rolan untuk para mahasiswa agar belajar sungguh-sungguh dalam mengikuti studi di UIP, sehingga dapat mengembangkan diri, kemampuan dan karkter untuk membangun daerahnya masing – masing.
“Terima kasih kepada Pemerintah Indoneaia yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa PNG untuk mengikuti pendidikan di Universitas Internasional Papua,” katanya.
Staf Konsul RI – Vanimo PNG, Paulus Langitan kesempatan yang sama juga menyampaikan, hari ini kita menyaksikan sebuah langkah yang sangat positif bagi pengembangan masyarakat perbatasan.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antar warga lintas negara, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Universitas Internasional Papua atas komitmennya dalam memberikan akses pendidikan kepada generasi muda dari lima kampung mitra di Vanimo West Coast. Saya juga menyampaikan penghargaan kepada para kepala kampung dan seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Internasional Papua,” jelas Paulus, sembari menambahkan bahwa dirinya berharap Program Bridging Internasional ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik peserta dalam Bahasa Indonesia, Matematika, dan Komputer, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta semangat belajar yang tinggi.
“Dengan demikian, para peserta nantinya dapat menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi kampung masing-masing. Mari kita jadikan kerja sama ini sebagai awal dari kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan masyarakat, dan pertukaran budaya demi kemajuan bersama,” terangnya lagi.
Pendidikan Perkuat Hubungan Antar Kedua Negara
Atase Pendidikan KBRI-PNG, Arief mengatakan, atas nama Atase Pendidikan KBRI Port Moresby mengucapkan selamat atas terlaksananya penandatanganan perjanjian kerja sama antara UIP dengan lima kampung mitra di Vanimo West Coast.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat hubungan antar masyarakat kedua negara.
“Kami memandang Universitas Internasional Papua memiliki peran strategis sebagai institusi pendidikan yang berada di kawasan perbatasan dan mampu menjadi jembatan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia maupun PNG,” jelas Arief.
Dijelaskannya, Program Bridging Internasional yang hari ini resmi dibuka merupakan langkah awal yang sangat baik dalam mempersiapkan calon mahasiswa agar memiliki kemampuan dasar yang memadai di bidang Bahasa Indonesia, Matematika, dan Komputer.
“Saya berharap para peserta dapat belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga semangat, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih cita-cita. Kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Saya menyampaikan apresiasi dan harapan agar kemitraan ini terus berkembang, sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan perbatasan,” tuturnya.
Kesempatan yang sama, Samuel Tabuni, Fonder UIP juga mengatakan bahwa sebagai Founder UIP, ia merasa bersyukur dan bangga dapat menyaksikan dimulainya kerja sama yang sangat strategis ini.
“Universitas Internasional Papua hadir dengan visi menjadi pusat pendidikan yang mampu menghubungkan masyarakat di kawasan Pasifik melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan persahabatan,” ucap Samuel Tabuni.
Ia meyakini bahwa kawasan perbatasan memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung oleh SDM yang unggul. Oleh sebab itu, kami menghadirkan Program Bridging Internasional sebagai bentuk komitmen untuk mempersiapkan calon mahasiswa dari Kampung Wutung, Musu, Yako, Waromo, dan Vanimo (Lido) agar siap menempuh pendidikan tinggi.
“Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadilah generasi yang memiliki integritas, semangat belajar, serta mampu menjadi agen perubahan bagi keluarga, kampung, dan negara,” pesan Samuel.
“Mari kita jadikan kerja sama ini sebagai awal dari kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, dan pertukaran budaya antara Indonesia dan PNG.

Acara tersebut dihadiri, Arief (Atase pendidikan KBRI – PNG), Samuel Tabuni (Fonder Universitas Internasional Papua), Dr. Izak Morin, M.A (Rektor Universitas Internasional Papua), Mr. Rolan Taime (Deputi Administrator Provinsi West Sepik), dan Mr. Leon (Konsul PNG – RI).
Kemudian, Paulus Langitan (Staf Konsul RI – Vanimo PNG), Raimondus Mote (Kepala Badan Perbatasan Kota Jayapura), Ni Luh Puspa (Kepala Adminstrator PLBN Skouw), Marselinus A. Mapau (Kasubsi Pemeriksaan Keimigrasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura), serta Rafael Tungla (Kepala Kampung Wutung, PNG).
Hadir juga, Raymod Taile (Kepala Kampung Vanimo, PNG), Marcus Seki (Kepala Kampung Musu, PNG), John Teki (Kepala Kampung Yako, PNG), Nicholas Tundu (Kepala Kampung Waromo, PNG), dan Mahasiwa Universitas Internasional Papua.
Perlu diketahui bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama antara UIP dengan lima kampung mitra di Vanimo West Coast, Provinsi Sandaun, PNG merupakan langkah strategis memperkuat hubungan kerja sama pendidikan lintas batas RI–PNG.
Program Bridging International UIP di bidang Bahasa Indonesia, Matematika, dan Komputer diharapkan dapat meningkatkan kesiapan akademik calon mahasiswa asal PNG serta mempererat hubungan sosial dan budaya masyarakat perbatasan kedua negara.
Selain itu, kerja sama ini berpotensi meningkatkan mobilitas pelajar PNG ke Indonesia, sehingga mendorong pengembangan SDM di kawasan perbatasan. Keberhasilan program memerlukan dukungan dan koordinasi yang baik antara UIP, pemerintah daerah, serta instansi CIQS agar proses pendidikan dan perlintasan mahasiswa dapat berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan.
Editor: Frifod
Sumber: UIP
