Akses Terputus Pascabencana, Tenaga Kesehatan Tetap Layani Warga di Dua Desa Terisolasi Bener Meriah
3 min read
(Foto: Kemenkes)
TOP-NEWS.id, BENER MERIAH – Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, hingga kini masih terisolasi akibat banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025. Bencana tersebut mengakibatkan jalan amblas, jembatan terputus, serta kondisi tanah yang labil sehingga akses utama belum dapat dilalui secara aman.
Keterisolasian wilayah berdampak langsung pada mobilitas warga, termasuk akses terhadap layanan kesehatan. Jalur penghubung antardesa yang belum pulih membuat masyarakat kesulitan menjangkau puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
Di tengah kondisi tersebut, pelayanan kesehatan tetap dilakukan. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Lampahan terus berusaha menembus wilayah terdampak untuk memastikan warga di kedua desa tetap memperoleh layanan kesehatan, meski harus melalui medan berat dengan risiko keselamatan yang tinggi.
“Medannya cukup berat, badan jalan longsor dan jembatan putus, sehingga akses menuju ke sana sangat terbatas. Tapi kami tahu, warga sangat membutuhkan layanan kesehatan,” ujar drg. Indah Kaswara, dokter gigi Puskesmas Lampahan.
Selama masa tanggap bencana, Puskesmas Lampahan telah melakukan empat kali kunjungan ke dua desa terisolasi. Kunjungan dilakukan dengan sepeda motor dan berjalan kaki, melibatkan enam tenaga kesehatan yang terdiri dari koordinator puskesmas, dokter gigi, perawat, dan tenaga teknis.
“Kami tidak hanya melakukan pengobatan, tapi juga memastikan kondisi warga, terutama kelompok rentan, tetap terpantau. Kalau tidak didatangi, mereka sama sekali tidak punya akses ke layanan kesehatan,” tambah drg. Indah.
Setibanya di lokasi, tim memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pengobatan, serta pemantauan terhadap lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Tim juga mendistribusikan obat-obatan serta paket sikat dan pasta gigi, khususnya bagi warga di posko pengungsian, untuk mendukung kebersihan dan kesehatan gigi selama masa darurat.
“Pelayanan ini masih berlangsung, dan beberapa waktu ke depan akan terus kami lakukan sampai akses ke desa benar-benar dapat dilalui dengan aman,” terangnya.
Upaya tersebut menjadi wujud komitmen tenaga kesehatan untuk tetap hadir di tengah masyarakat serta memastikan layanan kesehatan menjangkau warga di wilayah terisolasi pascabencana.
Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Korban Bencana Jadi Prioritas Pemerintah

Perlindungan kelompok rentan menjadi perhatian utama pemerintah dalam upaya pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana di daerah terdampak.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan memerlukan perhatian khusus.
“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” ujar Budi saat meninjau lokasi terdampak, Jumat (19/12).
Menurutnya, wilayah yang masih terisolasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap terhambatnya layanan kesehatan dasar. Oleh karena itu, pemerintah pusat turun langsung untuk melihat kondisi lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat.
“Kabupaten ini masih terisolasi, jadi saya ingin lihat langsung operasionalnya dan apa yang bisa pemerintah pusat bantu,” katanya.
Selain pelayanan medis, pemerintah juga menyalurkan dukungan pendukung berupa penyediaan listrik cadangan, air bersih, serta penguatan akses komunikasi guna menunjang keselamatan dan kesehatan kelompok rentan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan krisis baru.
Sumber : Kemenkes
(Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI)
