Ketua Demokrat Papua Selatan Soroti Rusaknya Jalan Usaha Tani di Merauke
2 min read
TOP-NEWS.id, MERAUKE – Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua Selatan Hendrikus Eben Gebze menyoroti buruknya kondisi jalan usaha tani di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah, meskipun daerah tersebut ditetapkan sebagai lumbung pangan nasional dan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sorotan itu disampaikan Hendrikus saat pertemuan langsung dengan para petani di SP 3 Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Sabtu (13/12/2025). Dalam pertemuan tersebut, para petani menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan usaha tani yang rusak dan tidak layak dilalui dari tahun ke tahun.
Menurut Ketua DPD Demokrat Papua Selatan ini, buruknya infrastruktur jalan usaha tani menyebabkan petani kesulitan mengangkut hasil panen padi dari lahan pertanian yang luasnya mencapai puluhan hektare. Jarak yang harus ditempuh petani untuk mengeluarkan hasil panen berkisar antara dua hingga lima kilometer dengan kondisi jalan yang berlumpur dan rusak parah.

“Dari tahun ke tahun, jalan usaha tani ini tidak diperhatikan dengan baik. Akibatnya, para petani sangat kesulitan mengeluarkan hasil panen padi dari dalam lahan. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Hendrikus Eben Gebze dalam keterangan tertulis diterima TOP-NEWS.id.
Ia menegaskan, kondisi tersebut ironis mengingat Kabupaten Merauke selama ini dikenal sebagai sentra produksi pangan dan diharapkan menjadi penopang ketahanan pangan (hanpangan) nasional. Namun di lapangan, petani masih menghadapi persoalan mendasar berupa akses jalan menuju lahan pertanian.

Hendrikus mengungkapkan, keluhan petani tidak hanya terjadi di Distrik Tanah Miring, tetapi juga dirasakan oleh petani di Distrik Semangga dan Distrik Kurik. Ketiga distrik tersebut merupakan wilayah penghasil padi utama di Kabupaten Merauke.
“Sekalipun Merauke disebut sebagai lumbung hanpangan dan PSN, sampai hari ini masih banyak petani yang mengeluh soal infrastruktur jalan usaha tani. Padahal, jalan ini sangat menentukan kelancaran distribusi hasil panen dan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Eben berharap, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat segera memberikan perhatian serius terhadap pembangunan dan perbaikan jalan usaha tani agar hasil panen padi dapat diangkut dengan lancar dan memberikan hasil yang maksimal bagi petani di Papua Selatan.
Menurutnya, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, upaya menjadikan Merauke sebagai pusat hanpangan tidak akan berjalan optimal dan justru membebani para petani sebagai ujung tombak produksi pangan. (rls)
Editor: Frifod
