fbpx
Senin, 25 Mei 2026

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Bantuan Alkes RS Adam Malik Jadi Penopang Utama Layanan RSUD Langsa Pascabanjir

3 min read

(Foto : Kemenkes)

TOP-NEWS.id, LANGSA – Banjir besar yang merendam seluruh ruang pelayanan RSUD Langsa melumpuhkan hampir semua fasilitas kesehatan. Seluruh alat utama, termasuk radiologi, hemodialisis, dan laboratorium, tidak dapat digunakan akibat kerusakan berat.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Langsa, Erizal, menyampaikan hasil pemeriksaan teknis dari Universitas Indonesia dan Kementerian Kesehatan yang menunjukkan bahwa tidak satu pun alat besar dapat difungsikan kembali.

Di tengah kondisi tersebut, satu unit X-Ray Portable bantuan RS Kemenkes Adam Malik menjadi perangkat diagnostik vital yang masih dapat beroperasi. Alat ini kini menopang pemeriksaan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat yang kembali aktif dua hari setelah banjir.

“Ada alat dari RS Kemenkes Adam Malik, ada x-ray Portable, itu yang sudah digunakan. Tanpa itu kami akan lebih kewalahan,” ujar Erizal.

Sementara itu, pemulihan fasilitas dilakukan secara intensif oleh tim sanitasi, Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS), dan perawat. Baru lima ruangan yang dapat difungsikan kembali dengan kapasitas sekitar 90 tempat tidur.

Kapasitas ini langsung terisi oleh pasien lokal serta rujukan dari Aceh Tamiang yang fasilitas kesehatannya belum pulih.

Ketersediaan SDM juga terbatas. Banyak perawat terdampak banjir belum dapat kembali bertugas. Dukungan tenaga dokter datang dari Kemenkes, Universitas Indonesia, MER-C, dan Dinas Kesehatan Provinsi.

Keterbatasan air bersih dan pasokan listrik turut menyulitkan pelayanan. Sejumlah tenaga medis bahkan melayani pasien dalam kondisi gelap ketika listrik padam hampir sepanjang hari.

“Kadang kawan-kawan melayani dalam keadaan gelap. Sangat terbatas kondisi yang ada sekarang,” ucapnya.

Dalam situasi serba terbatas ini, bantuan alkes dari RS Kemenkes Adam Malik menjadi penopang utama agar layanan dasar tetap berjalan. Dukungan lanjutan dari berbagai pihak dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan sarana diagnostik dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Layanan RSUD Langsa Mulai Beroperasi Kembali

(Foto: Kemenkes)

Sejumlah layanan kritis di RSUD Langsa Aceh mulai beroperasi kembali setelah sebelumnya lumpuh total akibat banjir. Pemulihan dilakukan bertahap untuk memastikan kebutuhan darurat masyarakat tetap terpenuhi.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi layanan pertama yang diaktifkan, disusul Intensive Care Unit (ICU), kamar bersalin, ruang perawatan anak, dan ruang perawatan bedah anak.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Langsa, Erizal, menyampaikan bahwa pemilihan fasilitas prioritas dilakukan untuk menjaga keberlangsungan penanganan kasus gawat darurat.

“Tim medis diminta bekerja bergiliran demi memastikan layanan tetap berjalan. Meski terbatas, rumah sakit tetap melayani pasien gawat darurat,” ujarnya.

Sebelum dibuka, setiap ruangan menjalani pembersihan intensif serta pemeriksaan keamanan, mulai dari kondisi listrik, kadar kelembaban, hingga sisa lumpur.

Di sisi SDM, sistem rotasi diterapkan untuk menutupi kekurangan tenaga dan memastikan pelayanan berjalan 24 jam. Dukungan dokter spesialis tambahan ikut memperkuat layanan.

Meskipun beberapa ruang sudah aktif, sebagian besar area rumah sakit masih dalam proses pemulihan karena kerusakan dan genangan air yang meluas.

“Rumah sakit memastikan aktivasi ruang prioritas bukan berarti pelayanan telah pulih sepenuhnya. Pasien tetap diimbau mengikuti arahan petugas untuk menghindari kepadatan yang berlebihan. Penyesuaian alur tetap diberlakukan untuk menjaga keselamatan,” kata Erizal.

Pemulihan ruang perawatan juga berjalan paralel. Banyak tempat tidur, matras, dan peralatan perawatan terendam dan harus dibersihkan atau dipilah ulang. Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh perawat, tim sanitasi, dan IPSRS. Hingga sore ini, sekitar lima ruangan dengan total 90 bed telah dapat dimanfaatkan kembali.

Menurut Erizal, setiap ruang yang kembali operasional sangat penting karena kebutuhan rawat inap meningkat setelah banjir surut. Banyak warga mengalami penyakit pascabencana sehingga permintaan perawatan melonjak.

Manajemen rumah sakit menargetkan ruang tambahan segera menyusul, meski proses bergantung pada tingkat kerusakan masing-masing ruang.

Dengan bertambahnya kapasitas tempat tidur, antrean di IGD diharapkan dapat berkurang dan pelayanan darurat berlangsung lebih stabil.

Sumber : Kemenkes
(Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI)

 

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.