Kepala BNPB Fokuskan Percepatan Penanganan Darurat Bencana di Sumatera
2 min read
TOP-NEWS.id, SILANGIT – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., menginstruksikan kepada jajarannya untuk fokus terhadap percepatan penanganan darurat bencana di Pulau Sumatera. Tiga wilayah terdampak yang menjadi atensi Pemerintah Pusat saat ini yaitu Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Provinsi Aceh.
Dari Tapanuli Utara, Sabtu (29/11), Kepala BNPB memimpin rapat koordinasi bersama seluruh tim BNPB yang telah berada di tiga provinsi terdampak. Ia menegaskan upaya penanganan harus dimaksimalkan seiring dengan cuaca di wilayah terdampak saat ini mulai membaik.
Suharyanto menginstruksikan kepada jajaran untuk memprioritaskan tiga hal antara lain operasi pencarian dan penyelamatan korban hilang, pemulihan akses komunikasi, dan pendistribusian logistik kepada warga terdampak.
Penanganan Darurat Sumatera Utara
Operasi pencarian dan pertolongan area Sumatera Utara difokuskan ke wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Di Sibolga, tiga orang dalam pencarian. Sementara di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan beberapa orang dilaporkan masih hilang.
Suharyanto menegaskan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) agar diupayakan selama 24 jam. Operasi ini akan dipimpin oleh Basarnas dan dibantu oleh TNI, Polri, dan relawan.
Berjalan pararel bersama operasi SAR, pendistribusian logistik juga akan didorong khususnya ke wilayah yang masih terisolir seperti di wilayah Tapanuli Tengah. Helikopter MI-17 dan dua helikopter lainnya disiagakan untuk mendistribusikan bantuan logistik peralatan dan permakanan di tempat-tempat terpencil.
Akses menuju Sibolga dari Tarutung masih tidak bisa dilalui akibat beberapa titik jalanan masih tertimbun material longsor. Percepatan pendistribusian bantuan logistik ke Sibolga akan dikoordinasikan untuk dilakukan melalui jalur laut / Pelabuhan Jago-jago dengan pengerahan kapal dari TNI Angkatan Laut.
Guna pemulihan akses komunikasi, BNPB juga telah mendistribusikan unit-unit starlink ke kabupaten kota terdampak antara lain Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan.
Penanganan Darurat Provinsi Aceh
Pemerintah pusat dan daerah tidak tinggal diam atas masifnya dampak bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh. Sejak Kamis (27/11), tim BNPB yang dipimpin oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jarwansyah telah tiba di Bumi Serambi Mekah untuk mengkoordinasikan upaya penanganan darurat.
Berdasarkan laporan tim BNPB Aceh, akses darat di lima kabupaten seperti Aceh Tenggara, Gayo Luwes, Aceh Besar, Aceh Barat, dan Pidie Jaya sudah dapat diakses kembali mulai tadi malam.
Distribusi logistik langsung dilaksanakan. Bantuan permakanan, sembako, dan kain sarung mulai dibagikan kepada masyarakat terdampak.
Untuk wilayah yang belum dapat dijangkau melalui akses darat seperti di Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur, BNPB mengerahkan satu pesawat carravan dan enam helikopter yang terdiri dari tiga helikopter TNI (AD, AU, dan Al) serta 3 helikopter BNPB untuk pendistribusian logistik melalui jalur udara.
Selain helikopter, BNPB juga menyiagakan kapal cepat untuk pengangkutan logistik khususnya di wilayah Lhokseumawe.
Pemerintah mengupayakan pemulihan komunikasi yang terganggu akibat banjir dan longsor ini dengan mengalokasikan 28 unit starlink dan 33 genset. Paralel dilakukan pembukaan empat dapur umum di bawah koordinasi Kemensos dan penanganan kelangkaan BBM dengan Pertamina.
Sumber : BNPB
