fbpx
Selasa, 28 Juni 2022

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Waspada Bencana Hidrometeorologi

3 min read

Banjir di wilayah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu pada Selasa (29/6) malam pukul 21.00. (BPBD Kabupaten Kaur)

TOP-NEWS.ID.JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk selalu waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, gelombang tinggi, puting beliung dan sebagainya.

Seperti diketahui beberapa wilayah di tanah air berpotensi hujan lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan wilayah yang berpotensi
hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada Kamis (1/7) adalah:

• Aceh
• Kalimantan Barat
• Kalimantan Tengah
• Kalimantan Utara
• Kalimantan Timur
• Gorontalo
• Sulawesi Tengah
• Sulawesi Barat
• Sulawesi Selatan
• Sulawesi Tenggara
• Maluku
• Papua Barat
• Papua

Sebelumnya BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di berbagai wilayah tanah air yang telah diperbaharui Selasa (29/6) pukul 12.52 WIB.

Pada hari ini (Rabu, 30/6) wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang adalah:

• Jawa Barat
• Jawa Tengah
• Kalimantan Barat
• Kalimantan Tengah
• Kalimantan Utara
• Kalimantan Timur
• Kalimantan Selatan
• Sulawesi Utara
• Gorontalo
• Sulawesi Tengah
• Sulawesi Barat
• Sulawesi Selatan
• Sulawesi Tenggara
• Maluku Utara
• Maluku
• Papua Barat
• Papua

“BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, gelombang tinggi, puting beliung dan sebagainya. Masyarakat juga diharapkan dapat mengakses berbagai kanal informasi kebencanaan yang terpercaya seperti bmkg.go.id atau bnpb.go.id,” seperti yang dikutip dalam laman resmi BNPB.

Selain itu BNPB menekankan pentingnya masyarakat untuk mengetahui kajian risiko tempat tinggal melalui aplikasi InaRISK. Dengan mengetahui berbagai ancaman di sekitar kita, diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi jatuhnya korban jiwa.

Banjir Berangsur Surut

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat beberapa daerah yang melaporkan bencana banjir dalam beberapa hari terakhir, telah berangsur surut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, melaporkan 25 unit rumah warga terdampak dengan Tinggi Muka Air (TMA) 50 cm akibat banjir melanda Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu pada Selasa (29/6) malam pukul 21.00.

Selain rumah warga, banjir juga menyebabkan 2 titik jalan lintas barat Sumatera tergenang banjir.

Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan Sungai Bintuhan meluap dan sebabkan empat desa terdampak, yakni Desa Sawah Jantung, Padang Genteng, Tanjung Besar dan Suka Bandung. Meski banjir berangsur surut, masyarakat diimbau tetap waspada jika terjadi banjir susulan.

Sementara itu, banjir juga telah surut setelah menggenangi wilayah Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat pada Selasa (29/6) pukul 16.30 WIB.

BPBD Kabupaten Solok Selatan melaporkan adanya curah hujan tinggi yang mengakibatkan melupanya debit air di Jorong Sungai Kalu, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. Akibat banjir ini tercatat dua unit rumah rusak ringan, tujuh unit kios rusak ringan dan satu unit fasilitas umum rusak ringan.

BPBD Kabupaten Solok Selatan bersama Wali Nagari dan masyarakat setempat melakukan pembersihan pasca banjir.

Berbeda dengan dua daerah sebelumnya, BPBD Kabupaten Konawe Selatan melaporkan wilayahnya masih digenangi banjir. Tepatnya di Desa Motaha, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Selasa (29/6) pukul 18.12 WITA.

Banjir kali ini dipicu curah hujan yang tinggi dan meluapnya kali Motaha hingga air menggenangi pemukiman warga.
Akibat kejadian ini, tercatat 15 unit rumah warga terdampak dan satu unit jembatan terputus dengan TMA bervariasi dari 30 cm hingga 80 cm. Petugas BPBD telah berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan Dinas Sosial untuk penanganan banjir serta melakukan kaji cepat dilokasi kejadian.

Kondisi saat ini warga masih bertahan dirumah masing-masing, sementara hujan masih turun dan berpotensi banjir semakin meluas. Sementara kebutuhan mendesak saat ini adalah kebutuhan dasar makan minum serta tenda pengungsi.