fbpx
Jumat, 14 Juni 2024

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Survei Sebut Prabowo-Puan Bisa Menang 2024, Kecuali

2 min read

TOP-NEWS.id, JAKARTA – Survei terbaru dari Indopol Survey menunjukkan bahwa Prabowo Subianto dan Puan Maharani berpeluang menang jika ikut serta dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Prabowo-Puan hanya bisa kalah jika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, juga maju menjadi calon presiden (capres).

“Prabowo-Puan Maharani memiliki peluang memenangkan semua pertarungan, dengan syarat PDIP solid. Prabowo-Puan Maharani hanya bisa dikalahkan oleh pasangan lain dengan posisi Anis Baswedan sebagai RI 1 (presiden),” demikian kutipan hasil survei Indopol yang dirilis Minggu (12/12/2021).

Dalam survei ini, Indopol Survey & Consulting melakukan simulasi tiga pasangan capres dan calon wakil presiden (cawapres) dengan asumsi terbentuk tiga koalisi partai politik (parpol) pengusung pada 2024.

Survei ini dilakukan terhadap 1.230 responden, usia minimal 17 tahun dan menggunakan metode multistage random sampling. Margin error survei ini sekitar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pada simulasi pertama Indopol, elektabilitas Prabowo-Puan sebesar 20,98 persen, menang telak dari pasangan Airlangga Hartarto-Anies Baswedan dengan perolehan 13,01 persen dan Muhaimin Iskandar-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di angka 6,34 persen.

Pada simulasi kedua, peluang kemenangan pasangan Anies-AHY lebih tinggi dengan perolehan angka 19,76 persen, mengalahkan Prabowo-Puan 17,07 persen, dan Airlangga-Ganjar 12,44 persen.

Pada simulasi ketiga, pasangan Anies-AHY unggul dengan angka 22,85 persen, mengalahkan Prabowo-Puan dengan angka 18,46 persen dan Airlangga-Gatot Nurmantyo di 5,37 persen.

Pada simulasi kelima, pasangan Puan-Anies hanya mendapat angka 7,40 persen, kalah telak dari Prabowo-Ganjar dengan 34,31 persen dan Cak Imin-AHY dengan 5,77 persen.

Sebaliknya, pada simulasi kelima, pasangan Prabowo-Anies menang telak dengan angka 33,74 persen, Puan-Cak Imin dengan 3,41 persen, dan Airlangga-Ganjar dengan 11,38 persen.

Pada simulasi dua pasangan capres-cawapres, Prabowo-Puan juga hanya bisa ditandingi oleh Anies sebagai capres. Namun, Anies sebagai posisi capres tidak bisa menandingi pasangan Prabowo-Ganjar.

Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto mengungkapkan posisi Anies akan kuat jika dia dicalonkan sebagai presiden. Sebaliknya, jika ia dicalonkan sebagai cawapres, pemilihnya akan beralih.

Menurutnya, jika Anies diposisikan sebagai cawapres, Gubernur DKI jakarta itu akan kalah oleh pasangan Prabowo-Puan.

“Kalau di posisi wakil pilihan pemilihnya itu satu bergeser ke tidak memilih, kedua itu memilih yang lain,” ucap Ratno dilansir CNNIndonesia.com Minggu (12/12) malam.

Ratno mengatakan, posisi wakil presiden bagi Anies tidak akan memberikan pengaruh. Ketika ia disandingkan sebagai cawapres dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, misalnya, elektabilitasnya menjadi rendah.

Menurutnya, terdapat dua asas menentukan dalam pilpres 2024 mendatang, yakni Anies dan Ganjar.

“Jadi king maker-nya ini dua, Anies dan Ganjar. Bahkan Ganjar itu bisa melebihi pasangan rivalnya, Anies, ketika dengan Prabowo. Prabowo-Ganjar itu 34 persen daripada Prabowo-Anies (33,90 persen),” tandasnya.

Editor: Frifod

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.