fbpx
Jumat, 14 Juni 2024

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Papua Language Institute Menciptakan Calon-Calon Pemimpin Papua, “Dari Papua, Oleh Papua, Untuk Dunia”

9 min read
Samuel Tabuni, Founder & CEO at Papua Language Institute (PLI) and Maga Education Papua Foundation (MEP)

Yang bisa membangun Tanah Papua ini, adalah orang Papua itu sendiri”.

TOP-NEWS.id, JAYAPURA – Peran penting Papua Language Institute (PLI) dibawah naungan Yayasan Maga Edukasi Papua (YMEP), menunjukkan Pemerintah Papua telah serius dan komitmen meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Papua.

PLI terus mendorong dan memfasilitasi program pengiriman anak-anak Papua untuk belajar ke luar negeri. Di samping itu, mereka adalah calon-calon pemimpim Papua.

Samuel Tabuni, Founder & CEO at Papua Language Institute (PLI) and Maga Education Papua Foundation (MEP) mengatakan, tujuan hadirnya PLI adalah untuk mencerdaskan anak bangsa di wilayah timur Tanah Papua.

PLI terus mendorong dan memfasilitasi program pengiriman anak-anak Papua untuk belajar ke luar negeri. Disamping itu, mereka adalah calon-calon pemimpim Papua.

“Ada yang anggap orang Papua itu terbelakang, terisolir dan masih dibilang bodoh, untuk itu kami (PLI) ada dan akan urus orang-orang terbelakang tersebut. Semua anggapan miring yang selama ini dibilang orang, kami akan buktikan bahwa SDM Papua bisa lebih baik juga handal serta bersaing. Kami harus memperhatikan mereka (anak-anak Papua). PLI berkomitmen memajukan SDM Papua yang mumpuni,” kata CEO PLI Samuel Tabuni kepada TOP-NEWS.id, di Kampus PLI, Waena, Kota Jayapura, Papua, Jumat (4/9/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Direktur PLI didampingi para petinggi-petinggi PLI. Yakni, Dr (Cand) Korinus Waimbo sebagai Managing Director of PLI, Dr Willem Burung sebagai Academic Manager of PLI, dan Dr Izak Morin (Deputy Academic Manager Language & Social Studies).

Pdt Jimmy Koirewoa (Deputy Academic Manager Personal Development & Student Counselor),
Dr Yane Ansanay (Deputy Academic Manager Science & Mathematic), serta dan Abdiel F Tanias, Public Relations & Multimedia PLI.

Dikatakan intelektual muda Papua ini, tercipta dan berdirinya PLI ini, dirinya bersama tim yang sangat profesional di bidangnya masing-masing.

“Teman-teman punya kapasitas, jaringan, pengalaman dan wawasan. Tim kami sangat luar biasa solid untuk membangun PLI serta yayasan ini,” tutur Sam sapaan akrabnya.

Kehadiran PLI bersama tim yang hebat tentunya akan menyumbangkan calon-calon pemimpin Papua yang berkarakter dan handal di masa depan. Yang perlu diingat bahwa yang bisa membangun Tanah Papua ini, adalah orang Papua sendiri.

Samuel menuturkan, melalui Yayasan Maga Edukasi Papua (MEP), PLI saat ini berjuang dan sedang dalam proses membangun universitas kami sendiri.

“Yang kami namakan Universitas Internasional Papua, selain itu kami juga bangun Papua Research Centre. Saat ini dalam tahapan menunggu pengesahan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,” jelas CEO PLI.

Dijelaskan Samuel, PLI sekarang ini sudah bekerjasama dengan beberapa provinsi lain, dan baru dua tahun (sejak 2019) PLI sudah mengirimkan beberapa anak didik ke luar negeri, di Rusia dan Amerika,” ujarnya.

“Kami kirim putra-putri Papua dengan berbagai jurusan. Yaitu jurusan-jurusan yang dianggap penting untuk menolong Tanah Papua dan manusia Papua. Inilah fokus kami diarahkan kepada adik-adik dipersiapkan, sehingga mereka pulang dari luar dapat dipekerjakan juga membantu masyarakat dan suku mereka sendiri di Papua. Bahkan, mereka juga bisa dipakai secara nasional dan global,” katanya.

Universitas yang sedang dirintis saat ini, Samuel ingin ke depannya dan yakin bisa menolong anak-anak Papua. Mereka dapat belajar dengan kualitas pendidikan berskala internasional tanpa harus ke luar negeri.

Dikatakannya, PLI serius mendatangkan pengajar-pengajar terbaik, baik dari anak-anak asli Papua itu sendiri maupun para pengajar yang berasal dari luar negeri dengan latar belakang ilmu sesuai kebutuhan.

Kesehatan Perlu Menjadi Perhatian Pemerintah

Dr Willem Burung, Academic Manager of PLI

Kesempatan yang sama, Academic Manager of PLI Dr Willem Burung menceritakan, dalam mendidik SDM Papua ini, berbeda dengan yang lain. PLI bukan saja menciptakan anak-anak yang pintar, tetapi harus bermoral baik yang takut Tuhan.

“Kami (PLI) punya filsafat pendidikan sedikit berbeda. Putra-putri Papua yang kami ambil bukan karena hasil tes unggul atau nilai tinggi atau anak-anak yang pintar. PLI ambil dari semua kalangan anak-anak Papua yang berkepentingan belajar dan mau dibina serta dipersiapkan untuk masa depan mereka juga dari kemauan sendiri,” ucap Dr Willem.

Dr Willem juga menambahkan bahwa asal anak-anak didik PLI kebanyakan dari kampung-kampung yang latar belakang orangtuanya bertani dan nelayan. Bahkan, mereka berhasil.

Dengan bekerjasama pemerintah, kata Manajer Akademik PLI, kami menyeleksi calon-calon mahasiswa dengan tiga kriteria, seperti moral atau karakter juga kriteria kesehatan.

“Dari sisi akademis, mereka semua lulus. Kami percaya dengan mereka dibina disini (PLI), mulai dari yang tidak bisa menjadi bisa. Namun sayangnya, dari kriteria yang kami punya kebanyakan anak-anak jatuh dari segi kesehatan,” ungkap dia.

Untuk itu, Dr Willem Burung menambahkan bahwa faktor kesehatan di Papua harus menjadi perhatian semua kalangan, terutama pemerintah daerah maupun pusat.

“Di Papua ini masalah kesehatan perlu dibenahi dan perlu diperhatikan oleh pemerintah,” harapnya.

Kerjasama PLI dengan Pemkab Merauke saat ini sudah berlangsung, yaitu program pendidikan unggulan anak Marind keluar negeri.

Dengan pembinaan PLI, mereka dapat menunjukkan bahwa mereka adalah manusia sejati Papua yang siap bersaing di dunia internasional.

Kami Bangga Kalau Mereka Berhasil

Dr Yane Ansanay, Deputy Academic Manager Science & Mathematic

Semetara Deputy Academic Manager Science & Mathematic Dr Yane Ansanay dengan kepintaran serta keahliannya, perempuam satu-satunya di PLI yang jago di sains dan teknologi ini memberikan penjelasan perihal pemberian program-program untuk pembinaan sains dan terkenologi serta terapannya juga matematik kepada anak-anak didik PLI yang dipersiapkan dikirim ke luar negeri.

Lulusan S2 dan S3 luar negeri di Nort Carolina State University USA ini, pernah juga mengajar S1 selama tiga tahun di luar negeri. Tentunya kembali ke tanah air dapat kesempatan memberikan ilmunya dan bisa dikembangkan di PLI.

“Dengan pembinaan progtam yang kami terapkan di PLI ini kepada adik-adik yang sedang jalani pendidikan di kami, ini membuat mereka tidak kaget lagi saat di luar negeri,” pungkas profesor muda berpenampilan santai ini.

Dikatakan Dr Yane, hampir semua anak-anak didik sama dalam penerimaan pendidikan. Ada yang mudah mencerna, tapi ada juga yang susah. Namun sebagai pendidik, Dr (PhD) Yane Ansanay bersama tim PLI terus memberikan pemahaman yang baik, meskipun tidak 100 persen paham, tapi setidaknya bisa lebih paham dari sebelumnya.

Fisikawan perempuan pertama asal Papua ini menyebut anak-anak didik mereka dalam berkomumikasi dengan para pengajar cukup baik membantu anak didik agar tidak mendapatkan kesulitan.

“Untuk semester sekarang, pihaknya mengajarkan materi dasar yang ada di perkuliahan. Seperti fisika dasar, matematika dasar dan biologi dasar di semester satu di perkuliahan, tapi tentunya dengan konsep mengadopsi dari luar negeri,” ucapnya.

“Dalam pendidikan dan pembinaan PLI, impian kami adik-adik ini harus berhasil. Ketika mereka berhasil, kami pun senang dan bangga. Kalau anak Papua berhasil itu suatu yang beda. Sumbangsihnya mereka untuk Papua, Indonesia juga dunia. Mereka yang belajar di luar negeri dapat mengharumkan bangsa.

PLI Memiliki Banyak Program

Dr Izak Morin, Deputy Academic Manager Language & Social Studies

Adalah, Dr Izak Morin, Deputy Academic Manager Language & Social Studies di PLI yang lebih ke bidang bahasa dan ilmu sosial serta memiliki program-program.

Menurut Manager bidang Bahasa dan Sosial Sains,
Papua Language Institute dengan konsisten meningkatkan SDM Papua yang berkarakter, berkualitas serta mampu berdaya saing dalam proyeksi manusia Papua untuk masa depan.

Sebagai Deputi Akademik Manajer Bahasa dan Ilmu Sosial PLI, Dr Izak Morin memberikan promosi bahwa PLI memiliki beberapa program studi.

“Program reguler dibuka untuk umum dan dibuka di Jayapura, siapa saja bisa belajar bahasa inggris di PLI bagi semua level. Selain itu, kami juga memiliki kelas khusus yang dibiayai pemerintah dan ditempatkan di asrama,” tandas Dr Izak Morin.

Dr Izak menjelaskan, sedangkan dari Pemerintah Provinsi Papua setelah mereka melakukan tes untuk program siswa unggul Papua, mereka (anak-anak asli Papua) dibagikan ke institusi yang ada di Jayapura dalam pembinaan bahasa serta memberikan persiapan pemberangkatan.

Bukan itu saja, Dr Izak menambahkan pihak PLI juga memiliki kelas mandiri. Dan PLI punya tujuh pos yang didalamnya mulai dari sekolah dasar, menengah pertama dan tingkat atas, bahkan ada juga mahasiswa.

“Untuk tingkat SD, SMP dan SMA, anak-anak didik kami cukup banyak, namun mahasiswa juga ada tapi jumlahnya sedikit. Kami jemput bola, mendatangi mereka dan mengajak untuk belajar, sehingga jumlah anak-anak yang mau belajar menjadi banyak,” jelasnya.

Dijelaskan Dr Izak Morin, PLI ada Program Bahasa Rusia. Dimana guru-gurunya langsung dari Rusia dengan sistem pembelajaran online dalam tatap muka.

“Kami PLI turut membangun SDM di Tanah Papua. PLI memiliki rencana besar membangun kemampuan SDM Papua yang handal serta dikenal dunia,” pungkasnya.

Anak Didik PLI Kembali dari Luar Harus Berhasil

Pdt Jimmy Koirewoa, Deputy Academic Manager Personal Development & Student Counselor

Pdt Jimmy Koirewoa, Deputy Academic Manager Personal Development & Student Counselor yang membina dan membentuk karakter para pelajar PLI, yakni PLI akan mempersiapkan anak-anak Papua yang mau kuliah keluar negeri dan membawa harum nama Papua.

Deputi Academic Manager bagian konselor pelajar binaan PLI ini menjelaskan bahwa selama ini ada stigma yang menyebut kalau orang Papua kalah di mental.

“Sebutan itu, kami dari Papua Language Institute akan dihapuskan. Untuk itu, mentalitas yang kami bina ini tentunya membuat mereka berhasil dalam pendidikan. Dan ini sudah terbukti kalau anak-anak asli Papua sudah berhasil di luar negeri, baik S1, S2, dan S3,” ucap Pdt Jimmy.

Dijelaskan Pdt Jimmy Koirewoa yang juga Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia Provinsi Papua bahwa keberhasilan anak-anak Papua di luar negeri, karena memiliki mentalitas yang mapan dan mumpuni.

Ia menambahkan, dalam membina mentalitas ini, tentunya pihak kami punya tiga program utama.

Pertama pada level pemulisahan, dimana anak-anak didik PLI datang dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada pengalaman yang baik, tapi juga ada pengalaman kurang baik.

“Semua yang pernah mereka alami, kita berikan program konseling, maka akan bisa diidentifikasi masalah apa saja yang pernah mereka alami. PLI akan bersama mereka untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” katanya.

“Namun inti dari semua itu, adalah hidup harus takut akan Tuhan. Karena tanpa Tuhan, anak-anak Papua tidak akan berhasil pendidikannya di luar negeri. Kalau mau kembali ke Tanah Papua harus takut akan Tuhan, biar dalam pendidikan di luar dapat berhasil, setelah kembali,” pinta Pdt Jimmy lagi.

Untuk itu, kata dia, kita betul-betul membawa anak-anak Papua mengenal Tuhan dengan baik, sehingga Tuhan itu ada atas hidup mereka.

Selain itu, selanjutnya, PLI menanamkan nilai dan karakter pemimpin kepada mereka.

“Kita mengajarkan lebih ke personal mereka dan ditanamkan karakter-karakter seorang pemimpin yang hebat. Bukan itu saja, kita juga membangun wawasan mereka untuk menjadi pemimpin Papua,” urainya.

Jadi kata Pdt Jimmy, anak-anak didik yang dikirim keluar negeri bukan sekadar mahasiswa, tapi mereka cikal bakal menjadi pemimpin Papua di masa yang akan datang.

Membangun Papua, tidak hanya dibutuhkan orang pintar, melainkan selalu mengandalkan Tuhan. Papua tidak bisa dibangun hanya dengan Ilmu saja, tapi Ilmu dan iman harus seimbang.

Dari Papua, Oleh Papua, Untuk Papua dan Dunia

Dr (Cand) Korinus Waimbo, Managing Director of PLI

Dr (Cand) Korinus Waimbo sebagai Managing Director of PLI yang bergabung sejak tahun lalu memberikan penjelasan, dengan tim, kami mendisain program untuk membantu mempersiapkan anak didik yang mau belajar di luar negeri.

Dipercayakan segala aktivitas oleh pimpinan PLI, Dr Korinus melengkapi dari penyampaian tim sebelumnya bahwa Yayasan Maga Edukasi Papua bukan saja memiliki PLI, ada Universitas Internasional Papua (UIP), Papua Research Centre (PRC), dan Papua International Learning Centre (PILC) yang berbasis di Vanimo, Papua New Guinea (PNG).

Dikatakan Managing Director, universitas yang saat ini PLI rintis diyakini dapat menolong anak-anak Papua. Di mana anak-anak Papua dapat belajar dengan kualitas pendidikan berskala internasional tanpa harus ke luar negeri.

Menurutnya, untuk membawa Papua keluar dari ketertinggalan, maka diperlukan SDM yang berintegritas serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Diawali dengan language, kebutuhan dan kemampuan berbahasa asing itu sangat penting sekali untuk para siswa di Papua belajar di luar negeri. Apalagi program pemerintah kirim pelajar belajar keluar negeri yang intens sejak 2009. Jadi PLI hadir, karena ada kebutuhan dan memberikan solusi terhadap siswa atau mempersiapkan siswa dalam penguasaan bahasa sebelum dikirim keluar negeri,” ujar dia.

Ia juga menambahkan bahwa di PLI bukan hanya persiapan bahasa, karena bahasa adalah salah satu persyaratan saja di kampus luar negeri, tapi juga para siswa juga harus diberikan dari sisi-sisi yang lain.

“Seperti sains dan matematika untuk kuliah S1, dan tentunya mereka harus menyesuaikan dan ikuti standar kapasitas di luar negeri. Namun kita terus mengevaluasi mereka di luar negeri, dan ada beberapa hal yang menjadi catatan kami perlunya didisain suatu program dalam persiapan ini. Yakni, bukan saja bahasa, tidak saja sains dan matematik melainkan dengan personal development,” ungkapnya.

Dengan disatukannya semua elemen tersebut, bisa menjadi kurikulum didisain di PLI sebagai program persiapan sebelum mengirim siswa keluar negeri.

“Kami sangat berterimakasi kepada BPSDM (Badan Pengelola Sumber Daya Manusia) Provinsi Papua dalam hal ini pemerintah, yaitu Bapak Gubernur yang sudah mempercayakan PLI memberikan para siswa yang sudah diseleksi untuk membina siswa sebelum berangkat keluar negeri,” ucap dia menambahkan.

Dalam penjelasannya, untuk SDM di PLI, pihaknya sudah memiliki tenaga pengajar maupun isntruktur yang lulusan doktor dari luar negeri.

“Sehingga ini menjadi kekuatan tersendiri di PLI. Tenaga pengajar dan instruktur kami, adalah anak asli Papua dan ini suatu kebanggaan. Kami mau menunjukkan ke pemerintah secara khusus juga pemerintah pusat dan masyarakat umum bahwa PLI bisa melakukan bagian tersebut dalam pengembangan SDM dari Papua oleh Papua dan untuk Papua dan dunia,” tandasnya.

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.