fbpx
Jumat, 14 Juni 2024

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Menanti Hadirnya Wisata Phinisi di Desa Ara, Bulukumba

3 min read

TOP-NEWS.id, BULUKUMBA – Desa Ara, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan merupakan salah satu desa yang dikenal sebagai sentra pembuatan kapal phinisi di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

Namun sayangnya, di desa yang baru saja
lolos 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 itu, hingga saat ini belum memilki wisata phinisi.

Terkait hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong desa wisata yang berjarak 182 kilometer dari Kota Makassar ini untuk menghadirkan wisata phinisi dan museum phinisi sebagai salah satu atraksi andalannya.

“Sampai saat ini Desa Wisata Ara belum memiliki (wisata phinisi). Jadi itu nanti adalah bentuk kolaborasi yang akan kita pimpin dan akan saya tunjuk agar bisa segera terwujudkan,” kata Sandiaga saat visitasi ke Desa Wisata Ara, Kamis (25/11/2021).

Menparekraf Sandiaga Uno berkunjung ke Desa Wisata Ara, Bulukumba,Sulsel yang berhasil lolos 50 Desa Terbaik Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021. (Foto:Kemenparekraf)

Kapal phinisi asal Bulukumba sendiri juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2017 silam.

Selain mendorong kehadiran wisata phinisi, Sandiaga juga ingin agar masyarakat Desa Ara, terutama yang berprofesi sebagai perajin kapal phinisi untuk menetap di kampung halamannya.

Mengingat banyak diaspora Desa Ara yang merantau keluar daerah karena keterbatasan bahan baku pembuatan phinisi.

Desa Ara dikenal sebagai sentra pembuatan kapal phinisi di Indonesia bahkan seluruh dunia. (Foto : Kemenparekraf)

Oleh karena itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Poltekpar Makassar untuk memberikan sertifikasi sebagai upaya meningkatkan kemampuan para perajin dan mempermudah akses memperoleh bahan baku.

“Ini (sertifikasi) digandeng dengan Direktorat SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar kompetensi para perajin ini bisa langsung kita hadirkan,” katanya.

Selain itu, Sandiaga mengatakan pihaknya juga akan mendorong pembangunan bandara di Bulukumba ke pihak-pihak terkait sebagai upaya mempermudah aksesibilitas wisatawan berkunjung ke Bulukumba dan destinasi-destinasi wisata di sekitarnya.

“Bandara menurut saya adalah bagian dari interkonektivitas dan ini bandaranya bandara pariwisata yang terkoneksi ke daerah wisata lain,” ujar Sandiaga.

(Foto:Kemenparekraf)

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengapresiasi visitasi Menparekraf Sandiaga ke Desa Wisata Ara.

Muchtar mengatakan Bulukumba memiliki keindahan alam yang luar biasa. Termasuk kekayaan terumbu karang dan biota lautnya.

“Bulukumba memiliki pantai sepanjang kurang lebih 128 kilometer dan 51 kilometer di antaranya adalah pantai berpasir putih yang indah dan cantik seperti ini. Sangat cantik dan tidak kalah dengan daerah lainnya,” kata Muchtar.

Selain perajin phinisi, Desa Wisata Ara juga memiliki keindahan alam berupa pantai dan tebing-tebing, salah satunya Tebing Apparalang. Serta kekayaan ekonomi kreatif di subsektor seni, kriya, dan fesyen.

Di antaranya Tari Pakarena Ara, Tari Salonreng, miniatur phinisi, seni ukir anjong, dan teba. Serta aneka ragam kuliner seperti kue dumpi eja, kue dumpi laiya, dan cucuru.

(Foto:Kemenparekraf)

Dalam visitasi ini, Sandiaga juga didampingi oleh Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Brigjen TNI Ario Prawiseso; Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; Direktur Poltekpar Makassar, M. Arifin; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri; Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf; dan Anggota Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras.

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.