fbpx
Jumat, 14 Juni 2024

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Interupsi Diabaikan Ketua DPR, Fahmi Alaydroes Meradang, Akhirnya Minta Maaf

2 min read

TOP-NEWS.id, JAKARTA – Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai, ada maksud di balik permintaan maaf PKS usai terlibat cekcok dengan PDIP soal interupsi anggota DPR F-PKS Fahmi Alaydroes diabaikan Ketua DPR Puan Maharani. Formappi menyebut, PKS sengaja minta maaf agar PDIP terlihat arogan dan otoriter.

“Dengan permintaan maaf PKS, mereka mau dicitrakan berlawanan. PKS santun, bijak, rendah hati. Sedangkan PDIP yang keukeuh membela sikap Puan yang cuek terhadap interupsi PKS memang terlihat arogan, otoriter,” kata peneliti Formappi, Lucius Karus, dalam keterangan, Selasa (9/11/2021).

Lucius mengatakan, memang secara aturan Puan bisa menentukan apakah menerima atau menolak interupsi. Meski demikian, dia menyebut itu bukan yang menjadi tujuan PKS meminta maaf.

“Tetapi kekuasaan itu justru yang mau dikritik karena digunakan tanpa kebijaksanaan seorang yang disebut pemimpin,” ucapnya.

Lucius menilai, PKS juga tengah memainkan jurus agar mendapat simpati publik. Di sisi lain, PKS juga bermaksud agar PDIP mendapat antipati publik.

“Maka lengkap sudah PKS memainkan jurus politik yang akan bisa mendapatkan simpati, sementara PDIP yang dengan mudah terlihat membela Puan secara membabi buta di hadapan fakta sikap Puan yang mengabaikan interupsi Alaydroes justru akan menuai antipati dari publik,” jelasnya.

Dikatakannya, permintaan maaf PKS juga bisa bermakna sindiran politis. Menurutnya, PKS hendak menunjukkan sebagai seorang pemimpin seharusnya memiliki kebesaran jiwa dan kerendahan hati.

“Permintaan maaf PKS bisa saja dilihat sebagai sindiran politis juga untuk menegaskan apa yang sudah disampaikan di ruang paripurna,” tutur dia lagi.

“PKS seolah-olah mau mengatakan, sebagai seorang pemimpin, seseorang (Puan) mesti mempunyai kebesaran jiwa dan kerendahan hati dalam memperlakukan sesama. Pemimpin jangan arogan, mengabaikan orang lain termasuk yang mengajukan interupsi,” ucapnya.

Ia menyebut, permintaan maaf PKS bukan menunjukkan lemahnya oposisi. Melainkan pandainya oposisi memainkan pencitraan politis.

“Jadi saya kira PKS sangat pandai memanfaatkan kesempatan untuk kepentingan pencitraan politis. Ini bukan soal oposisi yang kian lemah, karena meminta maaf untuk sesuatu yang dianggap benar ketika interupsinya diabaikan Puan,” tandas Lucius.

Reporter: Jerry Hendra MS
Editor: Frifod

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.