fbpx
Jumat, 14 Juni 2024

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Innalillahi, Harmoko Meninggal Dunia, Bamsoet: Perjalanan Hidupnya Luar Biasa

2 min read
Bambang Soesatyo – Harmoko (Foto instagram Bambang Soesatyo)

TOP-NEWS.ID, JAKARTA – Mantan Menteri Penerangan tiga periode di era Orde Baru, Harmoko meninggal dunia, di RSPAD Gatot Soebroto, Minggu (4/7/2021).

Kabar duka ini disampaikan
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo melalui media sosialnya.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Partai Golkar kehilangan kembali putra terbaiknya Bapak Harmoko bin Asmoprawiro yang berpulang pada hari Minggu 4 Juli jam 20:22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto. Semoga husnul khotimah,” ujar politikus yang akrab disapa Bamsoet.

Harmoko diketahui sudah sakit sejak beberapa tahun lalu. Namun diakui Bamsoet, menteri di Zaman Soeharto ini tetap bersemangat.

“Semangat hidupnya luar biasa. Masih kerap rajin hadir di acara-acara besar Golkar walaupun harus duduk di kursi roda,” puji Ketua MPR RI ini.

Harmoko baginya adalah politikus senior, guru sekaligus panutan banyak kader Golkar. Itu sebabnya kepergian Harmoko meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam “Jujur kami semua merasa kehilangan,” ungkap Bamsoet.
Semasa hidupnya, Harmoko pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan Indonesia pada Masa Orde Baru.Ia juga pernah menjadi Ketua MPR pada masa BJ Habibie.

“Perjalanan hidupnya luar biasa. Di era beliaulah harga-harga kebutuhan pokok rakyat terkendali karena kerap diumumkan. Bahkan setiap hari tidak pernah terlewatkan. Harmoko muncul di televisi mengumumkan harga-harga kebutuhan pokok rakyat seperti harga cabe keriting dan lain-lain untuk mencegah para spekulan bermain,” kenang Bambang Soesatyo.

Berikut sepak terjang pria kelahiran 7 Februari 1939 di Patianrowo Nganjuk, Jawa Timur yang dibeberkan Ketua MPR ini.

Sebagai wartawan yang juga Pendiri Pos Kota yang legendaris hingga sekarang, Harmoko juga pernah memimpin PWI Pusat.

Sejak memimpin satu- satunya organisasi wartawan di era Orde Baru itiulah pada tahun 1983 Harmoko didapuk oleh Presiden Soeharto untuk menjadi Menteri Penerangan selama 3 periode.

Pada 1993 Soeharto juga mempercayai Harmoko memimpin Golkar. “DIa tokoh sipil pertama yang menakodai partai berlambang pohon beringin itu. Sebelumnya, enam ketua umum, masing-masing Soeprapto Soekowati, Amir Moetono, Soedarmono, Wahono berlatar tentara” katanya.

Lewat program temu kader ke berbagai daerah nusantara Harmoko membuktikan bahwa dirinya tak kalah dengan para jenderal. Buktinya pada Pemilu 1997 Golkar mendapat 74,51 persen suara. Meningkat sekitar 6 persen dari pemilu 1992 sebesar 68.10 persen.

“Itu rekor prestasi yang hingga kini belum terpecahkan, “puji Bamsoet.

Sementara itu Kementrian Komunikasi dan informatika melalui akun resminya turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Harmoko.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun Kementrian Komunikasi dan iInformatika RI beserta seluruh jajarannya mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Menteri Penerangan tahun 1983-1997 H Harmoko ( 7 Februari 1939 – 4 Juli 2021).

Semoga almarhum husnul khotimah dan mendapat kan tempat mulia di sisi – Nya.

 

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.