fbpx
Jumat, 14 Juni 2024

TOP-NEWS

| KAMI ADA UNTUK ANDA

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Bolaang Mongondow

2 min read

TOP-NEWS.ID, JAKARTA – Gempa berkekuatan Magnitudo 5,9 mengguncang Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, pukul 20.31 WIB, Jumat (9/7/2021).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa berada di laut pada jarak 52 km arah barat daya Bolaang Uki, Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara (Sulut), dengan titik koordinat, 0.01 LS 123.72 BT.

Gempa tersebut dirasakan juga hingga
Gorontalo (III – IV MMI),
Kotamobagu (III – IV MMI), Bolaang (III – IV MMI), Mongondow Timur (III – IV), Bolaang Mongondow Selatan (III – IV MMI), Pohuwato (III-IV MMI), Luwuk (III MMI),
Bone Bolango (III-IV MMI), Manado (II MMI), Tibawa (II MMI), Taliabu (II – III MMI), Minahasa (II), Minahasa Selatan (II MMI).

“Gempa ini merupakan jenis gempa kedalaman menengah akibat adanya deformasi slab Lempeng Utara Sulawesi yang tersubduksi ke bawah lengan utara Pulau Sulawesi,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono, S.Si., M.Si melalui akun instagramnya, Jumat.

Daryono menambahkan, hasil analis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa yang terjadi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault).

” Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” ungkap Daryono.

Sempat Panik

Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan sempat panik setelah gempa megguncang daerah mereka. Warga lebih memilih keluar rumah saat.gempa terjadi.

“Badan Penanggulangann Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow menginformasikan bahwa, warga Kecamatan Bolaang Ukii, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, merasakan guncangan sedang dengan durasi 3 hingga 5 detik.,” ujar Abdul Muhari, Ph.D, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulis BNPB di laman resmi BNPB, Jumat 9/7/2021).

Abdul Muhari menjelaskan, pasca kejadian, BPBD setempat segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan situasi lapangan.

Menyikapi fenomena gempa, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Hingga saat ini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi terjadinya gempa.

“Oleh karena itu, rencana kesiapsiagaan keluarga sangat penting dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi dampak buruk gempa bumi,” katanya.

Di samping itu, masyarakat dapat secara dini mengidentifikasi potensi bahaya gempa yang ada di sekitar melalui aplikasi inaRISK. Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan merupakan wilayah dengan potensi bahaya gempa kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 5 kecamatan berada pada potensi bahaya tersebut.

“Terkait dengan gempa Magnitudo 5,9, BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mendapatkan informasi dan terus memonitor situasi terkini pascakejadian” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB .

Copyright © TOP-NEWS.ID 2024 | Newsphere by AF themes.